Cegah Kebakaran Hutan, Anggota DPR RI dan Polres Sumbawa Galakkan Gerakan Masyarakat Peduli Api di Empang

Sumbawa Besar, SakaNTB.com| 1 Oktober 2025 — Upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan terus digalakkan di Kabupaten Sumbawa. Salah satunya melalui kegiatan Sosialisasi Gerakan Masyarakat Peduli Api (MPA) yang digelar di Gedung Serba Guna Desa Pamanto, Kecamatan Empang, Jumat (31/10).

Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari Anggota DPR RI Komisi IV H. Johan Rosihan, S.T., Polres Sumbawa, pemerintah kecamatan, perwakilan TNI, serta tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda setempat.

Bacaan Lainnya

Dalam sambutannya, H. Johan Rosihan menyampaikan keprihatinannya terhadap meningkatnya kerusakan hutan di wilayah Sumbawa. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi semua pihak dalam menjaga kelestarian hutan dan mencegah praktik pembakaran lahan yang dapat memicu bencana.

“Kita tidak boleh lagi membiarkan hutan kita rusak akibat pembakaran atau penebangan sembarangan. Dampaknya tidak hanya pada lingkungan, tetapi juga pada kehidupan masyarakat luas, termasuk ancaman banjir dan kekeringan,” ujarnya.

Kapolres Sumbawa, AKBP Marieta Dwi Ardhini, S.H., S.I.K. melalui Kapolsek Empang AKP Nakmin menegaskan dukungan penuh jajaran kepolisian terhadap gerakan pencegahan kebakaran hutan dan lahan.

“Polri berkomitmen untuk terus mengedukasi masyarakat dan menindak tegas pelaku pembakaran hutan. Namun, yang lebih utama adalah membangun kesadaran bersama agar masyarakat tidak melakukan aktivitas yang merusak lingkungan,” jelasnya.

Perwakilan dari Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), turut memberikan materi tentang dasar hukum pembentukan MPA sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri LHK Nomor P.32 Tahun 2016. Melalui pendekatan edukatif dan kolaboratif, pihaknya berharap masyarakat dapat menjadi garda terdepan dalam menjaga hutan dari ancaman kebakaran.

Kegiatan yang dihadiri sekitar 60 peserta tersebut berlangsung tertib dan interaktif. Para peserta antusias mengikuti sesi diskusi dan berbagi pengalaman tentang pengelolaan lahan secara berkelanjutan.

Sosialisasi ditutup sekitar pukul 10.20 Wita dengan pesan bersama: menjaga hutan berarti menjaga kehidupan.

Reporter: [Saka-1]

Editor: [Redaksi SakaNTB.com]

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *