Audiensi ke Kemenkes RI, Bupati Jarot Sampaikan Tiga Isu Krusial Kesehatan di Sumbawa

Jakarta, SakaNTB.com| 17 November 2025— Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., melakukan audiensi dengan jajaran Kementerian Kesehatan RI sebagai upaya memperkuat peningkatan mutu layanan kesehatan di Kabupaten Sumbawa. Dalam pertemuan tersebut, Bupati Jarot memaparkan tiga persoalan krusial yang membutuhkan dukungan pemerintah pusat.

1. Percepatan Pembangunan RSUD Sering Tipe C

Bacaan Lainnya

Bupati Jarot menjelaskan bahwa pada 2025, Sumbawa memperoleh program pembangunan RSUD Sering Tipe C lengkap beserta peralatan medisnya. Ia menargetkan pembangunan dapat rampung pada awal 2026 sehingga fasilitas tersebut segera dapat melayani masyarakat.

“Kami berharap rumah sakit ini mampu meningkatkan kualitas layanan, terutama dengan hadirnya tambahan dokter spesialis jantung, bedah torak kardiovaskuler, dan spesialis lainnya,” kata Jarot.

2. Minimnya SDM Kesehatan, Khususnya Dokter Spesialis

Dalam audiensi, Bupati Jarot juga menyoroti kekurangan tenaga kesehatan, terutama dokter spesialis tertentu yang sangat dibutuhkan masyarakat.

Ia berharap Kemenkes dapat memberikan dukungan melalui penugasan dokter spesialis dan beasiswa pendidikan bagi putra-putri daerah yang ingin mengabdi di sektor kesehatan.

“Ketersediaan SDM menjadi tantangan utama kami. Dukungan Kemenkes sangat kami butuhkan,” ujarnya.

3. Kesenjangan Layanan Kesehatan di Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil

Bupati Jarot turut menyinggung kondisi kesehatan masyarakat di wilayah pesisir yang aksesnya terbatas. Dari 24 kecamatan, terdapat sekitar 12.000 jiwa yang harus menempuh perjalanan hingga dua jam, bahkan sebagian harus menyeberang ke Pulau Lombok untuk mendapatkan layanan kesehatan lanjutan.

“Kami mengusulkan pembangunan Rumah Sakit Pratama di wilayah pesisir sebagai rumah sakit penyangga, agar pasien bisa mendapatkan perawatan tanpa harus melakukan perjalanan jauh,” jelasnya.

Kondisi 16 Puskesmas Dinilai Tidak Memadai

Selain itu, Bupati Jarot melaporkan hasil penilaian BPK RI tahun 2024 yang menunjukkan bahwa sebagian Puskesmas dan Puskesmas Pembantu di Sumbawa tidak memenuhi standar, baik dari sisi bangunan maupun peralatan medis.

Beberapa fasilitas kesehatan bahkan direkomendasikan untuk diperbaiki atau direlokasi, sementara pelayanan di luar jam kerja tidak optimal karena ketiadaan rumah dinas bagi dokter.

“Kondisi ini cukup kritis. Kami berharap dukungan Kemenkes agar pembangunan fasilitas tersebut bisa dimulai pada 2026,” tegasnya.

Harapan Dukungan Pemerintah Pusat

Bupati Jarot menutup audiensi dengan harapan agar seluruh usulan Pemkab Sumbawa mendapat respons positif dari Kemenkes.

“Ini kebutuhan mendesak yang harus segera ditangani demi memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat Sumbawa,” ungkapnya.

Reporter: [Saka-1]

Editor: [Redaksi SakaNTB.com]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *