Sumbawa Besar, SakaNTB.com| 19 November 2025– Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., menegaskan komitmen kuat Pemerintah Kabupaten Sumbawa dalam memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkotika, terutama di lingkungan aparatur pemerintah. Komitmen tersebut disampaikan saat membuka Rapat Koordinasi Pengembangan dan Pembinaan Kabupaten Tanggap Ancaman Narkoba (Kotan) 2025 di Ruang Rapat Lantai III Kantor Bupati Sumbawa, Selasa (18/11/2025).
Kegiatan ini turut dihadiri unsur Forkopimda, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, serta sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
Target Naik Status ke “Sangat Tanggap”
Dalam sambutannya, Bupati Jarot mengungkapkan bahwa Kabupaten Sumbawa saat ini berada pada kategori “Tanggap” terhadap ancaman narkoba. Meski menjadi capaian positif, status tersebut dinilai belum cukup.
“Ini bukan alasan untuk berpuas diri. Kita menargetkan Sumbawa naik kelas menjadi daerah dengan kategori Sangat Tanggap,” tegasnya.
Rehabilitasi Capai 139 Persen, Tanda Masih Banyak Warga Terjerat
Bupati juga menyoroti data rehabilitasi BNNK Sumbawa pada 2025. Dari target 69 klien, hingga Oktober telah tercatat 96 klien yang menjalani rehabilitasi, atau 139 persen dari target.
Menurutnya, capaian tersebut justru menggambarkan masih tingginya jumlah masyarakat yang terjerat persoalan narkoba.
“Ini adalah musibah besar, bukan hanya bagi individu, tetapi juga keluarga dan masyarakat. Pencegahan harus dimulai dari keluarga sebagai garda terdepan, bukan semata-mata tugas BNN atau kepolisian,” ujarnya.
Ajak Semua Pihak Satukan Langkah
Bupati Jarot mengajak seluruh elemen untuk bersinergi dalam upaya pencegahan, mulai dari pemerintah daerah, kepolisian, dunia usaha, hingga masyarakat.
“Setiap instansi memiliki peran berbeda. Namun semua itu tidak berarti apabila tidak bergerak menuju tujuan yang sama,” katanya.
Aparatur Harus Jadi Teladan
Ia menegaskan bahwa upaya membangun Kabupaten Tanggap Ancaman Narkoba bukan sekadar mengejar status, tetapi membangun paradigma baru dalam memandang bahaya narkoba.
Ada dua hal yang ditekankan:
– Pencegahan jauh lebih murah daripada penanganan, dan keluarga adalah benteng utama.
– Aparatur pemerintah harus menjadi teladan, bukan justru terlibat dalam penyalahgunaan narkoba.
Bupati menutup sambutannya dengan menegaskan kembali bahwa perang terhadap narkoba adalah tanggung jawab bersama, dan membutuhkan langkah kolektif yang konsisten dan terarah.
Reporter: [Saka-1]
Editor: [Redaksi SakaNTB.com]





