Sumbawa Besar, SakaNTB.com| 19 November 2025— Upaya meningkatkan derajat kesehatan anak terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Sumbawa. Melalui Dinas Kesehatan, program Imunisasi Heksavalen resmi diperkenalkan kepada publik dalam kegiatan sosialisasi yang digelar Selasa (18/11/2025), diikuti sekitar 600 peserta dari unsur OPD, tokoh agama, tokoh masyarakat, camat, kepala desa, TP PKK, insan pers, hingga kader kesehatan.
Acara ini turut dihadiri Wakil Bupati Sumbawa, Drs H Mohamad Ansori dan perwakilan Direktorat Imunisasi Ditjen P2P Kementerian Kesehatan RI, Yusneri SKM., MM.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa, H. Sarip Hidayat, SKM., MPH, menjelaskan bahwa imunisasi heksavalen merupakan vaksin kombinasi yang mampu memberikan perlindungan terhadap enam penyakit berbahaya: Difteri, Pertusis, Tetanus, Hepatitis B, Polio, dan Haemophilus influenzae tipe B (Hib). Vaksin ini diberikan kepada bayi pada usia 2, 3, dan 4 bulan.
“Imunisasi heksavalen mengurangi jumlah suntikan dan memudahkan orang tua menuntaskan imunisasi dasar lengkap. Selain efisien bagi tenaga kesehatan, vaksin ini terbukti efektif meningkatkan perlindungan anak secara menyeluruh,” ungkapnya.
Cakupan Imunisasi Turun, Risiko Penyakit Meningkat
Dalam pemaparannya, Sarip membeberkan capaian imunisasi dasar lengkap dalam tiga tahun terakhir. Pada 2023 cakupan mencapai 89,5 persen, namun turun drastis menjadi 70,7 persen pada 2024. Hingga Oktober 2025, cakupan baru menyentuh 56,8 persen, masih jauh dari target nasional 95 persen.
“Jika cakupan ini tidak segera ditingkatkan, risiko anak terpapar penyakit yang sebenarnya dapat dicegah akan semakin besar,” tegasnya.
Terhubung dengan Upaya Eliminasi TBC dan Pencegahan Stunting
Kadinkes juga menekankan bahwa imunisasi dasar lengkap merupakan bagian penting dari strategi nasional eliminasi Tuberkulosis (TBC) 2030, karena beberapa jenis TBC dapat dicegah dengan imunisasi.
Tidak hanya itu, imunisasi juga berperan penting dalam mencegah stunting. Anak yang tidak menerima imunisasi lengkap memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan pertumbuhan.
“Memastikan anak mendapat imunisasi sesuai jadwal adalah langkah nyata mencegah stunting. Ini investasi kesehatan jangka panjang,” jelasnya.
Ajak Masyarakat Aktif ke Posyandu
Sarip mengimbau masyarakat agar aktif mendatangi posyandu, mengikuti jadwal imunisasi, sekaligus membantu meluruskan informasi keliru terkait vaksin.
“Imunisasi terbukti melindungi masyarakat dari penyakit berbahaya. Kami berharap setiap desa mampu meningkatkan cakupan imunisasinya secara maksimal. Ini tanggung jawab bersama,” pungkasnya.
Reporter: [Saka-1]
Editor: [Redaksi SakaNTB.com]





