Sumbawa Besar, SakaNTB.com| 18 November 2025-– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa memastikan kondisi ketahanan pangan daerah berada pada level aman. Hal ini ditegaskan setelah Dinas Ketahanan Pangan (DKP) merilis hasil analisis rutin terhadap ketersediaan bahan pangan strategis.
Berdasarkan data per 7 November 2025, Sumbawa tercatat memiliki surplus beras sebesar 39.443 ton, jauh di atas kebutuhan konsumsi bulanan masyarakat yang berada di angka 4.087 ton.
Sekretaris DKP Kabupaten Sumbawa, Syaihuddin, SP., menyampaikan bahwa kelebihan stok ini menempatkan Sumbawa pada posisi kuat dalam menghadapi potensi gangguan pangan.
“Dengan jumlah tersebut, Sumbawa bisa bertahan hingga 35 minggu tanpa tambahan pasokan baru,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (18/11).
Pemantauan 12 Kelompok Pangan
Syaihuddin menjelaskan, DKP memantau ketersediaan 12 kelompok pangan, meliputi beras, sayur-sayuran, ikan, buah, telur, hingga umbi-umbian. Pemantauan dilakukan melalui neraca pangan, prognosis pangan, serta Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi (SKPG).
Data tersebut kemudian menjadi dasar penyusunan rekomendasi kebijakan bagi Pemkab Sumbawa, termasuk langkah antisipatif untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan.
Tak Semua Komoditas Bisa Distok Lama
Ia menambahkan, tidak semua komoditas dapat distok dalam jumlah besar. Komoditas seperti telur dan daging ayam memiliki karakteristik yang sensitif terhadap perubahan harga dan tidak bisa disimpan dalam waktu lama.
DKP juga mencatat bahwa Sumbawa bukan sentra produksi kedelai dan bawang putih, sehingga pemenuhan kebutuhan dua bahan tersebut harus didatangkan dari luar daerah. Upaya ini penting untuk menjaga kelancaran produksi pangan olahan seperti tahu dan tempe.
17 Desa Masuk Kategori Rawan Pangan
Selain memastikan ketersediaan, DKP turut memetakan wilayah rawan pangan. Berdasarkan analisis tahun 2024, terdapat 17 desa yang termasuk kategori rawan, di antaranya Pulau Bugis Medang, Pulau Moyo, dan seluruh desa di Kecamatan Orong Telu.
“Faktornya beragam, mulai dari keterbatasan lahan pangan, akses air bersih, hingga jumlah tenaga kesehatan,” jelas Syaihuddin.
Cadangan Pangan Terjaga
Meski terdapat desa rawan, Pemkab Sumbawa menegaskan bahwa kondisi pangan secara umum tetap terkendali. Selain stok beras yang kuat, kesiapan Bulog dalam menjaga Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) menjadi faktor penting yang memperkuat ketahanan pangan daerah.
“Kami terus menjaga agar stok tetap terjaga dan masyarakat tidak menghadapi krisis pangan,” pungkas Syaihuddin.
Reporter: [Saka-1]
Editor: [Redaksi SakaNTB.com]





