Dua Tahun Berkarya, LKSM Himpun Hampir 100 Anggota dan Perkuat Pelestarian Budaya Samawa

Sumbawa, SakaNTB.com| 22 Juni 2026 – Lembaga Kreativitas Samawa Maras (LKSM) memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-2 dengan menggelar acara penuh khidmat dan kehangatan di Aula Kantor Kelurahan Brang Bara, Kabupaten Sumbawa, Senin (22/6/2026) malam. Momentum tersebut menjadi ajang refleksi atas perjalanan organisasi sekaligus penguatan komitmen dalam melestarikan budaya Samawa dan mendorong pemberdayaan masyarakat.

Perayaan Harlah dihadiri oleh Wakil Bupati Sumbawa Drs. H. Mohamad Ansori, Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Sumbawa Dra. Hj. Sudarti Mohamad Ansori, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumbawa H. Faisal Salim, S.Ag., M.M.Inov., tokoh adat, budayawan, insan seni, serta para pengurus dan anggota LKSM.

Bacaan Lainnya

Dalam sambutannya, Ketua Umum LKSM Agus Purnawan, S.Pt., menyampaikan rasa syukur atas capaian organisasi selama dua tahun terakhir. Ia mengungkapkan bahwa jumlah anggota LKSM kini hampir mencapai 100 orang yang tersebar di berbagai wilayah di Kabupaten Sumbawa.

“Alhamdulillah, dalam usia yang masih relatif muda, LKSM terus berkembang dan mendapat dukungan dari berbagai elemen masyarakat. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus berkarya dan memberikan manfaat yang lebih luas,” ujarnya.

Agus menegaskan, LKSM hadir sebagai wadah pengembangan kreativitas, seni, budaya, kegiatan sosial, serta penguatan ekonomi kerakyatan berbasis UMKM. Selama dua tahun berkiprah, organisasi tersebut berupaya menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam menghidupkan nilai-nilai budaya lokal melalui semangat Batompok Basai Saling Satingi.

Ia juga berharap dukungan dan arahan dari Pemerintah Kabupaten Sumbawa agar LKSM dapat terus berkembang dan berkontribusi dalam pembangunan daerah.

Sementara itu, Wakil Bupati Sumbawa Mohamad Ansori memberikan apresiasi atas konsistensi LKSM dalam menjaga dan mengembangkan budaya daerah. Menurutnya, peringatan Harlah ke-2 menjadi momentum penting untuk memperkuat kreativitas masyarakat sekaligus menjaga warisan budaya Samawa.

“LKSM menggelar kegiatan ini dalam rangka mempertahankan nilai-nilai adat dan budaya yang menjadi identitas masyarakat Sumbawa. Budaya harus terus kita jaga dan wariskan kepada generasi berikutnya,” katanya.

Ansori menilai LKSM tidak hanya berfokus pada kegiatan seni dan budaya, tetapi juga aktif dalam kegiatan keagamaan dan aksi sosial yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“LKSM memiliki fungsi sosial yang nyata. Ke depan, kami berharap akan lahir lebih banyak komunitas serupa yang mampu menumbuhkan semangat gotong royong, persatuan, dan kepedulian sosial di tengah masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa suasana harmonis dan kebersamaan yang tercermin dalam kegiatan tersebut menjadi modal penting dalam mendukung pembangunan daerah.

“Sinergi yang baik antara masyarakat, organisasi, dan pemerintah akan memperkuat upaya mewujudkan Sumbawa yang unggul, maju, dan sejahtera,” tambahnya.

Rangkaian acara ditutup dengan prosesi pemotongan tumpeng yang dilakukan Wakil Bupati bersama jajaran pengurus inti LKSM, disaksikan para tokoh masyarakat, budayawan, tokoh adat, dan insan seni Sumbawa.

Kemeriahan peringatan Harlah semakin terasa melalui penampilan paduan suara kolaboratif antara pengurus LKSM dan Lembaga Seni dan Sholawat Cahaya Rahmati (LESCAYA) Labuhan Sumbawa yang dipimpin Nur Aini Syehan. Penampilan tersebut mendapat apresiasi dari para tamu undangan dan menjadi simbol semangat kebersamaan dalam merawat budaya serta memperkuat identitas masyarakat Samawa.

Memasuki usia kedua, LKSM menegaskan komitmennya untuk terus menjadi ruang kreativitas dan penggerak pelestarian budaya lokal, sekaligus berkontribusi dalam pemberdayaan sosial dan ekonomi masyarakat di Kabupaten Sumbawa.

Reporter: Saka-1

Editor: Redaksi SakaNTB.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *