Sumbawa Besar, SakaNTB.com| 22 November 2025 — Momentum Peringatan Hari Ibu (PHI) ke-97 dimaknai secara mendalam oleh Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Sumbawa melalui kegiatan Pengajian Akbar yang berlangsung di Masjid Agung Nurul Huda, Sabtu (22/11/2025).
Kegiatan bernuansa spiritual tersebut dihadiri Ketua GOW Kabupaten Sumbawa, Dra. Hj. Sudarti Mohamad Ansori, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumbawa DGH. Faisal, S.Ag., M.M.Inov, Ketua IISWARA Heni Tasniasanti Nanang Nasiruddin yang juga Ketua Panitia PHI ke-97, serta para pengurus organisasi wanita dan perwakilan OPD.
Dalam sambutannya, Ketua GOW menegaskan bahwa peringatan Hari Ibu bukan sekadar seremoni, melainkan momentum reflektif untuk menghargai kontribusi perempuan dalam sejarah kehidupan berbangsa. Ia menekankan bahwa perempuan merupakan madrasah pertama, tempat pembentukan karakter anak melalui ajaran kasih sayang, akhlak, dan ketakwaan.
“Memuliakan ibu berarti memuliakan peradaban. Karena dari seorang ibu lahir generasi yang akan menentukan maju atau mundurnya sebuah bangsa,” ujar Hj Sudarti.
Sudarti juga menyampaikan bahwa tantangan kehidupan modern menjadikan peran perempuan semakin kompleks. Untuk itu, kolaborasi dan penguatan spiritual menjadi sangat penting agar perempuan mampu menjalankan amanah sebagai ibu, istri, sekaligus anggota masyarakat.
“Perempuan tidak boleh berjalan sendiri. Pengajian seperti ini menjadi ruang untuk saling menguatkan agar iman tetap menjadi pondasi dalam setiap gerak kehidupan,” tambahnya.
Ia kemudian mengajak seluruh perempuan menjadikan kegiatan ini sebagai pengingat bahwa keberadaan mereka adalah penyangga utama ketahanan keluarga dan sosial.
“Ketika ibu kuat, keluarga kuat. Dan ketika keluarga kuat, daerah kita akan tumbuh menjadi lebih unggul, maju, dan sejahtera,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia PHI ke-97 menjelaskan tujuan utama kegiatan ini, antara lain meningkatkan pemahaman mengenai hak dan peran perempuan dalam perspektif Islam, memperkuat keharmonisan antara laki-laki dan perempuan dalam keluarga maupun organisasi, serta mendorong peran aktif perempuan dalam ranah sosial keagamaan. Ia juga menekankan pentingnya memperkuat ukhuwah untuk menciptakan masyarakat yang lebih harmonis dan berdaya.
Reporter: (Saka-1)
Editor: (Redaksi SakaNTB.com)





