Pemda Sumbawa Perkuat Pemajuan Kebudayaan, IPK Jadi Rujukan Kebijakan

Sumbawa Besar, SakaNTB.com| 23 November 2025– Pemerintah Kabupaten Sumbawa terus mengakselerasi pemajuan kebudayaan melalui berbagai program strategis. Melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud), Pemda mengembangkan instrumen evaluasi berupa Apresiasi Nilai Budaya dan penyusunan Indeks Pemajuan Kebudayaan (IPK) sebagai dasar perumusan kebijakan kebudayaan daerah.

IPK dirancang untuk mengukur capaian kinerja kebudayaan sekaligus memastikan perencanaan lintas sektor berjalan searah dengan tujuan pembangunan daerah. Pengukurannya meliputi beragam indikator, mulai dari ekonomi kreatif berbasis budaya, pendidikan, ketahanan sosial budaya, ekspresi seni, literasi, pelestarian warisan budaya, hingga kesetaraan gender dalam konteks kebudayaan.

Bacaan Lainnya

Kepala Dinas Dikbud Sumbawa, Budi Sastrawan mengatakan, IPK menjadi alat penting dalam memotret kondisi dan perkembangan budaya di tengah masyarakat.

“Melalui IPK, kami dapat menilai partisipasi publik dalam kegiatan budaya, pemahaman mereka terhadap nilai budaya, sekaligus kontribusi sektor budaya bagi perekonomian daerah,” jelas Budi, Jumat (21/11).

Menurutnya, penyusunan IPK berpedoman pada Culture Development Indicators (CDIs). Data yang dihasilkan selanjutnya menjadi dasar penyusunan Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD), sebagai peta arah pelestarian, pemanfaatan, dan pengembangan kebudayaan.

Selain itu, Pemkab juga fokus pada pengelolaan 10 Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK), termasuk perlindungan cagar budaya dan pengembangan permuseuman.

Budi menuturkan, penetapan suatu situs sebagai situs budaya membuka peluang untuk diusulkan menjadi Kawasan Cagar Budaya, yang memberikan perlindungan lebih kuat secara regulatif.

“Apresiasi Nilai Budaya bukan hanya penghargaan, tetapi mekanisme evaluasi agar setiap program kebudayaan berjalan efektif dan tepat sasaran,” tegasnya.

Dikbud turut menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda. Sekolah-sekolah didorong mengintegrasikan nilai budaya lokal ke dalam pembelajaran untuk menumbuhkan karakter berkepribadian dan rasa bangga terhadap identitas budaya Sumbawa.

Dengan langkah terukur tersebut, Pemkab menargetkan peningkatan IPK secara berkelanjutan, sejalan dengan visi menjadikan masyarakat Sumbawa tetap berakar pada budaya, namun adaptif terhadap perubahan.

“Kami ingin mencetak masyarakat yang berjati diri kuat, menjaga kelestarian budaya lokal sekaligus mampu mengembangkan kreativitas untuk masa depan,” tutup Budi.

Reporter: (Saka-1)

Editor: (Redaksi SakaNTB.com)

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *