Wabup Sumbawa Dialog dengan Forum Kopdes Merah Putih Wilayah Barat: Dorong Penguatan Peran Koperasi Desa

Sumbawa Besar, SakaNTB.com| 2 Desember 2025— Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, berdialog dengan Forum Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih Wilayah Barat dalam sebuah pertemuan yang membahas penguatan kelembagaan dan operasional koperasi desa sebagai pilar ekonomi masyarakat, Selasa (2/12) di ruang Madilau ADT Lantai III Kantor Bupati Sumbawa

Dalam kesempatan tersebut, Wabup Ansori menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen penuh mendukung tumbuhnya koperasi desa sebagai instrumen strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ia menyebut bahwa berbagai gagasan dan ide yang muncul dari forum harus ditindaklanjuti dengan langkah konkret agar koperasi dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.

Bacaan Lainnya

“Ide dan gagasan bagus, tapi harus diikuti mekanisme yang jelas agar koperasi dapat beroperasi. Pemerintah daerah siap hadir dan mendukung, baik dari sisi pendirian, fasilitas, maupun pendampingan,” tegas Wabup.

Dukungan Pemda dan Instruksi Pemerintah Pusat

Ansori mengungkapkan, pendirian koperasi desa juga sejalan dengan arahan Presiden RI Prabowo Subianto mengenai penguatan perekonomian berbasis Pasal 33 UUD 1945. Menurutnya, koperasi adalah wadah untuk menghadirkan pemerataan ekonomi di tingkat desa.

Ia menceritakan bahwa proses administrasi dan kelengkapan pendirian koperasi telah dikebut, bahkan hingga malam hari, untuk memastikan seluruh persyaratan terpenuhi.

“Alhamdulillah seluruh berkas sudah selesai dan aktif. Pemerintah daerah siap mengawal agar koperasi ini benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.

165 Koperasi Desa Ditargetkan Berdiri

Wabup Ansori menyebutkan, pemerintah daerah menargetkan 165 koperasi desa dapat berdiri dan berjalan optimal. Ia menilai keberadaan koperasi tidak hanya sebagai lembaga ekonomi, tetapi juga wadah pemberdayaan masyarakat.

Profesionalisme Pengurus Jadi Kunci

Pada kesempatan itu, Wabup menyoroti pentingnya kapasitas pengurus koperasi. Menurutnya, maju mundurnya koperasi sangat bergantung pada kualitas dan komitmen pengelolanya.

“Pengurus harus memahami aturan main, anggaran dasar, anggaran rumah tangga, hingga pembagian manfaat untuk anggota. Jangan sampai koperasi berjalan tanpa transparansi,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa setiap koperasi memiliki kebutuhan berbeda, bergantung karakteristik kecamatannya. Karena itu, model usaha koperasi harus menyesuaikan potensi dan kebutuhan masyarakat setempat.

Koperasi sebagai Penopang Ekonomi Desa

Ansori menegaskan, koperasi desa bukan hanya tempat simpan pinjam, tetapi bisa berkembang menjadi unit usaha produktif yang memberikan nilai tambah bagi anggotanya.

Ia berharap Kopdes Merah Putih dapat berperan sebagai mitra strategis pemerintah dalam memperkuat perekonomian rakyat.

“Koperasi harus menjadi tempat masyarakat mendapatkan manfaat nyata. Pengurus serta anggota harus bergerak bersama, memaksimalkan potensi desa, dan menjaga keberlanjutan usaha,” tutup Wabup.

Reporter: Saka-1

Editor: Redaksi SakaNTB.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *