SUMBAWA BESAR, SakaNTB.com| 14 September 2029— Kejuaraan Bulutangkis Bupati Open 2026 resmi berakhir di GOR Pragas Sumbawa, Minggu (13/9/2026) malam. Pemerintah Kabupaten Sumbawa mendorong kejuaraan tersebut tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembinaan untuk melahirkan atlet bulutangkis berprestasi hingga tingkat nasional.
Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, yang hadir sekaligus menutup kejuaraan, mengatakan tingginya antusiasme masyarakat selama pelaksanaan turnamen menunjukkan besarnya potensi olahraga bulutangkis di daerah tersebut.
“Atas nama pemerintah daerah, kami mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi atas terselenggaranya pelaksanaan Bupati Open 2026,” ujar H. Mohamad Ansori dalam sambutannya.
Menurutnya, laporan panitia menunjukkan jumlah penonton terus meningkat sejak pertandingan hari pertama hingga babak final. Antusiasme tersebut, kata dia, perlu diikuti dengan pembinaan atlet yang dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan.
“Ini membuktikan bahwa antusias masyarakat dan komunitas olahraga bulutangkis di Sumbawa betul-betul kita saksikan malam hari ini. Dari hari pertama sampai terakhir, penontonnya berjubel-jubel,” katanya.
Ingin Ada Atlet Sumbawa di Level Nasional
H. Mohamad Ansori mengatakan Pemerintah Kabupaten Sumbawa memiliki harapan agar daerah tersebut mampu melahirkan atlet bulutangkis yang dapat bersaing di tingkat nasional.
“Kami pemerintah juga sebetulnya bermimpi ada atlet bulutangkis yang bisa nanti main di kancah nasional. Mari kita tunjukkan bersama-sama bahwa Sumbawa nanti akan melahirkan atlet bulutangkis di tingkat nasional,” tegasnya.
Ia menekankan, target tersebut membutuhkan proses panjang. Pembinaan, menurutnya, perlu dimulai sejak usia dini melalui pencarian dan seleksi bakat, latihan yang terarah, serta pemberian kesempatan kepada atlet untuk mengikuti kompetisi.
“Tidak instan untuk mencetak para pemain. Prosesnya cukup panjang. Dari usia dini itu sudah kita kenalkan. Bahkan usia dini, usia SD, usia SMP, kita gembleng, kita mencari bibit yang berbobot,” jelasnya.
Karena itu, ia menilai keberadaan kompetisi seperti Bupati Open memiliki arti penting. Selain menjadi ruang bagi atlet untuk mengukur kemampuan, turnamen juga dapat menjadi sarana bagi pengurus cabang olahraga dan pelatih untuk melihat potensi atlet yang perlu dikembangkan lebih lanjut.
Dorong Pembenahan Sarana Olahraga
Selain pembinaan atlet, H. Mohamad Ansori menyoroti pentingnya dukungan sarana dan prasarana olahraga. Salah satunya adalah kebutuhan rehabilitasi GOR Pragas, termasuk peningkatan fasilitas tribun sebagaimana disampaikan pengurus PBSI Kabupaten Sumbawa.
Ia memastikan pemerintah daerah pada prinsipnya mendukung pengembangan fasilitas olahraga. Namun, realisasinya tetap harus mengikuti mekanisme perencanaan dan penganggaran serta mempertimbangkan kemampuan fiskal daerah.
“Pemerintah sangat mendukung sekali. Hanya memang ini masih proses semuanya. Mudah-mudahan pola-pola nanti akan kita wujudkan,” ujarnya.
Ia juga meminta KONI Kabupaten Sumbawa bersama masing-masing cabang olahraga menyampaikan program serta kebutuhan pembinaan secara terencana. Dengan begitu, pemerintah daerah dapat mempertimbangkan dukungan sesuai prioritas dan kemampuan anggaran.
“Kalau memang nanti itu bisa diwujudkan, pemerintah lalu KONI mengajukan berapa yang dibutuhkan anggaran, kalau fiskalnya nanti juga memungkinkan, kenapa tidak. Karena itu anak-anak kita, untuk generasi ke depan,” katanya.
Butuh Sinergi Banyak Pihak
H. Mohamad Ansori menegaskan bahwa pembangunan prestasi olahraga tidak dapat dibebankan hanya kepada pemerintah. Pembinaan atlet membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari KONI, pengurus cabang olahraga, pelatih, atlet, orang tua, komunitas, suporter hingga masyarakat.
Ia berharap Bupati Open 2026 dapat menjadi salah satu pijakan untuk membangun pola pembinaan bulutangkis yang lebih terarah dan berkelanjutan di Kabupaten Sumbawa.
“Tidak harus nanti kita wujudkan secara sepihak, tapi mari kita juga komunikasi sehingga nanti betul-betul program PBSI ini bisa berjalan dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.
Kejuaraan tersebut dihadiri Ketua PBSI Kabupaten Sumbawa yang juga Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Sumbawa dan Ketua DPD Golkar Kabupaten Sumbawa, Mas Berlian, unsur kepolisian dan TNI, jajaran KONI Kabupaten Sumbawa, panitia pelaksana, atlet, pelatih, orang tua atlet, suporter, serta masyarakat.
Antusiasme penonton yang memadati GOR Pragas sepanjang turnamen menjadi salah satu catatan penting dalam penyelenggaraan Bupati Open 2026. Bagi pemerintah daerah dan insan olahraga Sumbawa, momentum tersebut diharapkan dapat dilanjutkan dengan pembinaan yang konsisten sehingga potensi atlet lokal tidak berhenti pada kompetisi tingkat daerah.
“Semoga masyarakat Sumbawa bisa melahirkan pemain yang talenta, pemain nasional bisa terwujud,” pungkas H. Mohamad Ansori.
Reporter: Saka-1
Editor: Redaksi SakaNTB.com





