GOW Sumbawa Ajak Pelajar Berani Tolak Bullying dan Kekerasan Seksual

SUMBAWA BESAR, SakaNTB.com| 14 September 2026— Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Sumbawa mengajak pelajar berani menolak perundungan (bullying) dan kekerasan seksual, sekaligus tidak ragu berbicara dan mencari pertolongan ketika mengalami atau menyaksikan tindakan yang membuat tidak nyaman.

Pesan tersebut disampaikan Ketua GOW Kabupaten Sumbawa, Dra. Hj. Sudarti Mohamad Ansori, saat membuka Sosialisasi Remaja Cerdas Berani Tolak Bullying dan Kekerasan Seksual di Aula Kelurahan Brang Bara, Rabu (9/9/2026).

Bacaan Lainnya

Di hadapan para pelajar SMP/MTs dan SMA/MA, Sudarti menekankan bahwa keberanian bukan hanya tentang melawan, tetapi juga berani mengatakan tidak, berbicara kepada orang yang dipercaya, serta meminta bantuan ketika menghadapi situasi yang mengancam keselamatan dan kenyamanan.

“Pulanglah dengan keberanian baru: berani mengatakan tidak pada bullying dan kekerasan, berani membela teman yang menjadi korban, berani bercerita ketika mengalami sesuatu yang tidak nyaman, dan berani meminta pertolongan ketika membutuhkannya,” pesannya.

Menurut Sudarti, bullying dan kekerasan seksual bukan persoalan sepele. Keduanya dapat berdampak terhadap rasa aman, kepercayaan diri, serta tumbuh kembang anak. Karena itu, upaya pencegahan perlu dilakukan melalui pembekalan pengetahuan, penguatan keberanian, dan penciptaan lingkungan yang mendukung anak untuk mencari pertolongan.

Ia juga mengingatkan pelajar agar tidak menjadi bagian dari perundungan, baik secara langsung maupun tidak langsung. Menertawakan korban, mengucilkan, atau menyebarkan konten yang mempermalukan seseorang, kata dia, dapat memperburuk keadaan dan menambah beban korban.

Sebaliknya, para pelajar didorong menjadi teman yang mampu memberikan dukungan dan menghargai sesama.

“Jadilah teman yang melindungi, bukan yang ikut menyakiti,” demikian pesan yang ditekankan dalam kegiatan tersebut.

Rumah dan Sekolah Harus Menjadi Ruang Aman

Tidak hanya kepada pelajar, Sudarti juga mengajak guru dan orang tua membangun budaya mendengar tanpa menghakimi. Menurutnya, anak akan lebih berani bercerita ketika merasa dipercaya, didengar, dan tidak langsung disalahkan.

“Pastikan anak-anak kita tahu bahwa rumah dan sekolah adalah tempat yang aman untuk berbicara,” ujarnya.

Pesan tersebut menjadi bagian penting dalam pencegahan kekerasan terhadap anak. Ketika anak memiliki ruang aman untuk menyampaikan pengalaman atau kekhawatirannya, orang dewasa dapat lebih cepat memberikan pendampingan dan menghubungkan anak dengan bantuan yang dibutuhkan.

Kegiatan sosialisasi diikuti pelajar SMP/MTs dan SMA/MA. Hadir pula kepala perangkat daerah terkait, pimpinan organisasi wanita, kepala sekolah, guru BK, guru pendamping, narasumber, serta fasilitator.

Sebelum membuka kegiatan, Ketua GOW Kabupaten Sumbawa turut menyampaikan duka cita atas musibah longsor di kawasan tambang rakyat Desa Lantung, Kecamatan Lantung, yang terjadi pada 5 September 2026. Musibah tersebut mengakibatkan tiga orang meninggal dunia dan enam lainnya mengalami luka-luka.

Melalui kegiatan tersebut, GOW Kabupaten Sumbawa berharap upaya pencegahan bullying dan kekerasan seksual tidak berhenti pada sosialisasi, tetapi berkembang menjadi budaya bersama di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat.

Lingkungan yang aman, menurut GOW, merupakan bagian penting dalam membentuk generasi yang cerdas, percaya diri, berkarakter, mampu melindungi diri, serta menghargai hak dan martabat orang lain.

Reporter: Saka-1

Editor: Redaksi SakaNTB.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *