TPKJM Sumbawa Rumuskan Langkah Strategis Atasi Lonjakan Kasus Kesehatan Jiwa

Sumbawa Besar, SakaNTB.com| 9 Desember 2025 — Tim Penggerak Kesehatan Jiwa Masyarakat (TPKJM) Kabupaten Sumbawa menggelar pertemuan tingkat kabupaten di La Grande, Sumbawa Grand Hotel, Selasa (9/12). Kegiatan ini menjadi momentum konsolidasi lintas sektor untuk memperkuat penanganan kesehatan jiwa, mengingat Sumbawa tercatat memiliki kasus tertinggi di Nusa Tenggara Barat.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa, H. Sarip Hidayat, SKM., MPH, dalam laporannya menegaskan bahwa kesehatan jiwa adalah isu kesehatan masyarakat yang harus mendapat perhatian serius.

Bacaan Lainnya

“Tidak ada kesehatan tanpa kesehatan jiwa. Kondisi fisik seseorang sangat dipengaruhi oleh kesehatan mentalnya. Bahkan gangguan-gangguan ringan seperti sakit gigi dapat terkait dengan tekanan mental,” ujarnya.

Kasus Gangguan Jiwa dan Bunuh Diri Tertinggi di NTB

Sarip mengungkapkan, berdasarkan data tahun 2025, terdapat 1.122 orang dengan gangguan jiwa berat (ODGJ) yang tersebar di 26 puskesmas pada 24 kecamatan di Kabupaten Sumbawa. Angka tersebut termasuk yang tertinggi di NTB.

Selain itu, jumlah kasus bunuh diri periode 2023–2025 tercatat 9 kasus, dan hingga akhir 2025, masih terdapat 9 kasus aktif di tengah masyarakat—angka yang kembali menempatkan Sumbawa sebagai daerah dengan kasus terbanyak di provinsi NTB.

Upaya Penanganan yang Telah Dilaksanakan

Dikes Sumbawa telah melakukan sejumlah langkah penanggulangan, antara lain:

– Pemeriksaan kesehatan jiwa rutin di seluruh puskesmas.

– Program kunjungan rumah bagi ODGJ.

– Layanan pengobatan di fasilitas kesehatan dasar hingga rujukan.

Kolaborasi dengan program perlindungan perempuan dan anak serta pencegahan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang juga memiliki keterkaitan dengan kondisi mental masyarakat.

Sarip menambahkan bahwa upaya lintas sektor sangat dibutuhkan untuk menangani persoalan kesehatan jiwa yang kompleks dan saling berkaitan dengan kesehatan sosial.

Peserta dan Narasumber

Pertemuan ini diikuti sekitar 60 peserta yang terdiri dari unsur OPD, petugas kesehatan jiwa puskesmas, BUMN-BUMD, organisasi pariwisata, serta lembaga terkait lainnya.

Narasumber yang dihadirkan antara lain:

Dokter spesialis kejiwaan, dr. Biasa

– Perwakilan Bappeda

– Kepala Dinas Kesehatan

– Akademisi dan praktisi kesehatan jiwa

Harapan Terbentuknya Rumah Singgah ODGJ

Dalam kesempatan itu, Sarip juga menyampaikan harapan agar ke depan Kabupaten Sumbawa dapat memiliki rumah singgah atau rumah tiga bagi ODGJ sebagai tempat pemulihan sebelum kembali ke masyarakat.

“Kesehatan jiwa masih sering dipandang sebelah mata. Padahal sudah ada 9 kasus bunuh diri pada tahun ini. Kita tidak boleh membiarkan masyarakat kehilangan nyawa hanya karena stigma atau layanan yang belum optimal,” tegasnya.

Ia berharap kerja sama lintas sektor melalui wadah TPKJM dapat memperkuat upaya pencegahan, penanganan, dan pemulihan kesehatan jiwa masyarakat Sumbawa.

Reporter: Saka-1

Editor: Redaksi SakaNTB.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *