Dipimpin Bupati, Gerakan Penanaman Pohon Serentak Wujudkan Sumbawa Hijau Lestari

Sumbawa Besar, SakaNTB.com| 15 Desember 2025— Pemerintah Kabupaten Sumbawa resmi memulai Gerakan Penanaman Pohon Serentak pada Selasa, 16 Desember 2015. Program ini menjadi langkah konkret Pemkab Sumbawa dalam mendukung agenda strategis daerah bertajuk Sumbawa Hijau Lestari, sekaligus menjawab tantangan kerusakan hutan dan degradasi lahan yang terus meningkat.

Gerakan tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjaga keseimbangan lingkungan hidup, memulihkan lahan kritis, serta memperkuat fungsi hutan sebagai penyangga kehidupan, pengendali tata air, dan pelindung ekosistem alam.

Bacaan Lainnya

Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa selaku Ketua Satgas Pelindungan dan Pengamanan Hutan, Dr. H. Budi Prasetiyo, S.Sos., M.AP, menyatakan bahwa kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada penanaman pohon semata, tetapi juga pada pembangunan kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga lingkungan secara berkelanjutan.

“Pelestarian lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan kewajiban bersama seluruh elemen masyarakat demi keberlangsungan hidup generasi kini dan mendatang,” ujar Sekda, Senin (15/12).

Penanaman pohon dipusatkan di sejumlah kawasan lahan kritis yang mengalami penurunan fungsi ekologis, antara lain Hutan Ai Papang di sekitar Bendungan Bringin Sila Kecamatan Utan, kawasan pacuan kuda Desa Moyo Kecamatan Moyo Hilir, serta kawasan Barabatu Dusun Kapas Sari Kecamatan Moyo Hilir. Penetapan lokasi tersebut didasarkan pada urgensi pemulihan lingkungan dan perlindungan sumber daya alam setempat.

Kegiatan ini dilaksanakan secara serentak sebagai simbol kebersamaan dan kepedulian terhadap alam. Gerakan penanaman melibatkan unsur Forkopimda Kabupaten Sumbawa, jajaran TNI, Polres Sumbawa, serta seluruh Aparatur Sipil Negara hingga tingkat desa. Sinergi lintas sektor tersebut diharapkan menjadi contoh dan penggerak bagi partisipasi masyarakat luas.

Pemerintah daerah juga menekankan pentingnya keterlibatan aktif masyarakat, khususnya warga yang tinggal di sekitar lokasi penanaman. Keberhasilan rehabilitasi hutan dan lahan kritis, menurut Sekda, sangat ditentukan oleh komitmen bersama dalam merawat dan menjaga tanaman pascatanam.

Gerakan ini dipimpin langsung oleh Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP, bersama Wakil Bupati, Sekda, Kapolres, Dandim, Kajari, dan Ketua Pengadilan Negeri.

Kehadiran pimpinan daerah di lapangan diharapkan mampu menumbuhkan semangat gotong royong dan kepedulian lingkungan di tengah masyarakat.

Jenis tanaman yang ditanam merupakan pohon dengan nilai ekologis sekaligus ekonomis, sehingga selain berfungsi memulihkan lingkungan, juga diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi jangka panjang bagi masyarakat.

Pemkab Sumbawa menegaskan bahwa gerakan ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan awal dari upaya berkelanjutan dalam membangun budaya cinta lingkungan. Menanam pohon dimaknai sebagai investasi masa depan demi mewariskan alam yang hijau, lestari, dan berkelanjutan.

Sebagai tindak lanjut, kegiatan penanaman pohon akan diperluas ke Hutan Ale RTK 70, Desa Emang Lestari Kecamatan Lunyuk, Desa Lenangguar, serta 140 desa lainnya di Kabupaten Sumbawa dengan tanaman buah-buahan dan tanaman produktif. Upaya ini diharapkan mampu mempercepat terwujudnya Sumbawa yang hijau dan berkelanjutan.

Reporter: (Saka-1)

Editor: (Redaksi SakaNTB.com)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *