Sumbawa Besar, SakaNTB.com| 21 Desember 2025— Menjelang satu tahun masa kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa, Pemerintah Kabupaten Sumbawa membuka ruang refleksi publik melalui forum akademik. Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., tampil sebagai keynote speaker dalam Seminar Kebijakan Publik bertajuk “Refleksi Jelang Satu Tahun Pemerintahan Jarot–Ansori: Tantangan dan Arah Pembangunan Sumbawa” yang digelar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) Universitas Samawa (UNSA), Sabtu (20/12/2025).
Kegiatan yang merupakan bagian dari Dies Natalis ke-27 UNSA tersebut menjadi forum akademik terbuka untuk menilai capaian, menguji kebijakan, sekaligus mengidentifikasi tantangan pembangunan daerah secara objektif dan berbasis data.
Dalam paparannya, Bupati Jarot memaparkan arah kebijakan pembangunan yang telah dan sedang dijalankan Pemerintah Kabupaten Sumbawa. Fokus utama diarahkan pada penguatan sumber daya manusia, pembangunan infrastruktur strategis, pelaksanaan program strategis nasional di daerah, penguatan tata kelola pemerintahan, serta komitmen terhadap agenda Sumbawa Hijau Lestari sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan.
Sejumlah data dan visualisasi turut disampaikan, mencakup ringkasan capaian satu tahun pemerintahan, hasil survei persepsi publik, hingga peta tantangan pembangunan yang masih dihadapi daerah. Paparan tersebut menempatkan capaian dan kekurangan secara proporsional, sebagai bahan evaluasi bersama.
Bupati Jarot menegaskan bahwa refleksi satu tahun pemerintahan tidak dimaknai sebagai ajang seremonial atau klaim keberhasilan semata, melainkan sebagai instrumen evaluasi kritis untuk memastikan arah pembangunan tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat.
“Refleksi ini penting agar kita jujur melihat apa yang sudah dicapai, apa yang masih lemah, dan apa yang harus dipercepat. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Kritik, masukan, dan pengawasan publik justru menjadi energi untuk menjaga pembangunan Sumbawa tetap berada di jalur yang benar dan berkelanjutan,” ujarnya.
Seminar ini juga menghadirkan pemateri dari unsur pemerintah daerah, legislatif, dan akademisi, yang memberikan pandangan kritis serta rekomendasi konstruktif terhadap kebijakan publik di Kabupaten Sumbawa. Diskusi berlangsung dinamis dengan beragam perspektif, mencerminkan fungsi kampus sebagai ruang dialektika dan kontrol intelektual terhadap kebijakan pemerintahan.
Kegiatan tersebut diikuti ratusan peserta dari kalangan akademisi, kepala desa, organisasi kemasyarakatan, hingga mahasiswa. Kehadiran berbagai elemen ini menegaskan pentingnya kolaborasi multipihak dalam mengawal arah pembangunan daerah.
Melalui forum ini, Pemerintah Kabupaten Sumbawa menegaskan komitmennya untuk membuka ruang dialog publik, menjadikan evaluasi sebagai bagian dari proses pemerintahan, serta menempatkan kepentingan masyarakat sebagai orientasi utama pembangunan.
Reporter: (Saka-1)
Editor: (Redaksi SakaNTB.com)





