Bulog Sumbawa Siapkan Gudang Tambahan, Optimalkan Serapan Gabah Jelang Panen Raya 2026

Sumbawa Besar, SakaNTB.com| 2 Februari 2026 — Perum Bulog Cabang Sumbawa memastikan kesiapan penuh menghadapi panen raya padi yang diperkirakan berlangsung pada Maret hingga April 2026. Sejumlah langkah strategis telah disiapkan, mulai dari penambahan kapasitas gudang, penguatan kemitraan dengan penggilingan padi, hingga optimalisasi tim jemput pangan guna memastikan penyerapan gabah petani berjalan maksimal.

Pimpinan Bulog Cabang Sumbawa, M. Nur Ristanto, SP, mengatakan bahwa saat ini gudang induk Bulog masih terisi stok hasil panen sebelumnya. Untuk mengantisipasi lonjakan produksi pada panen raya mendatang, Bulog menyiapkan gudang tambahan melalui mekanisme sewa serta memperkuat kerja sama dengan mitra pengeringan dan penggilingan padi.

Bacaan Lainnya

“Berdasarkan data dari dinas terkait, panen raya diperkirakan terjadi pada Maret hingga April. Karena gudang induk kami masih penuh, Bulog menyiapkan gudang sewa dan menggandeng mitra penggilingan serta pengeringan agar gabah petani bisa segera diproses dan disimpan,” ujarnya.

Dalam rangka meningkatkan serapan gabah, Bulog Cabang Sumbawa juga mengoptimalkan peran tim jemput pangan yang bersinergi dengan Babinsa dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL). Tim ini bertugas menjangkau langsung petani di lapangan yang ingin menjual gabahnya ke Bulog, sehingga proses penyerapan dapat berlangsung cepat dan efisien.

Menurut Ristanto, kerja sama dengan mitra penggilingan menjadi faktor penting mengingat gabah hasil panen harus segera diolah agar memenuhi standar penyimpanan jangka menengah maupun panjang. Dari sisi kapasitas, Bulog telah memperoleh penawaran gudang sewa dengan daya tampung hingga 20.000 ton, yang akan dikelola secara dinamis sesuai kebutuhan.

“Kami juga akan mendapatkan tambahan ruang penyimpanan seiring dengan pengeluaran stok pada Februari hingga Maret melalui program bantuan pangan, termasuk bantuan beras selama Ramadan. Jumlah penerima manfaat meningkat dari 18 juta menjadi 33 juta PBP secara nasional,” jelasnya.

Berdasarkan data statistik pertanian tahun 2025, Kabupaten Sumbawa mencatat produksi padi sekitar 398.864 ton Gabah Kering Giling (GKG). Luas panen mencapai 74.736 hektare dengan produktivitas rata-rata 53,37 kuintal per hektare. Capaian tersebut menempatkan Sumbawa sebagai salah satu sentra produksi padi utama di Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Tingginya produksi ini menjadi dasar perencanaan Bulog dalam memperkuat strategi penyerapan gabah, baik untuk menjaga stabilitas harga di tingkat petani maupun menjamin ketersediaan cadangan beras pemerintah.

Dalam pelaksanaan penyerapan, Bulog Cabang Sumbawa mengacu pada Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500 per kilogram untuk Gabah Kering Panen (GKP) di tingkat petani. Kebijakan ini diharapkan memberikan kepastian harga dan meningkatkan kesejahteraan petani pada musim panen raya.

Dengan kesiapan infrastruktur, dukungan kebijakan harga, serta sinergi lintas sektor, Bulog Cabang Sumbawa optimistis mampu menyerap gabah petani secara optimal sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional menjelang dan selama Ramadan 2026.

Reporter: Saka-4

Editor: Redaksi SakaNTB.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *