Sumbawa Barat, SakaNTB.com| 26 Januari 2026 — PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN) meraih penghargaan dari Gubernur Nusa Tenggara Barat atas kontribusinya dalam memperkuat perlindungan anak di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Penghargaan tersebut diserahkan dalam Forum Inspirasi Daerah BERANI II yang digelar bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun Provinsi NTB.
Penghargaan ini menjadi pengakuan atas komitmen kolaboratif AMMAN bersama Pemerintah Daerah KSB dan sejumlah mitra pembangunan, antara lain Yayasan CARE Peduli, LPA NTB, serta konsorsium UNICEF, UNFPA, dan UN Women, dalam membangun sistem perlindungan anak yang berkelanjutan hingga tingkat desa.
Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal menyebut inisiatif tersebut sebagai contoh praktik kolaborasi yang sistematis dan terlembaga. Menurutnya, penguatan Peraturan Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (Perdes DRPPA) menjadi fondasi penting dalam memutus rantai persoalan sosial, khususnya perkawinan anak.
“Ini adalah upaya pemantik yang sistematis, terintegrasi, dan memastikan keberlanjutan. Penguatan perlindungan anak hingga level desa melalui Perdes DRPPA merupakan model kolaborasi yang luar biasa dan menjadi kunci dalam menjamin masa depan generasi NTB yang lebih cerah,” ujar Iqbal.
Sementara itu, Vice President Social Impact AMMAN, Priyo Pramono, menegaskan bahwa perlindungan anak merupakan bagian dari fondasi pembangunan sosial yang menjadi perhatian perusahaan, selain kontribusi ekonomi.
“Bagi kami, perlindungan anak adalah kunci terciptanya tatanan masyarakat yang sehat. Kami berkomitmen untuk terus berkontribusi menciptakan lingkungan yang aman di KSB, agar tidak ada anak yang kehilangan masa depannya akibat perkawinan dini atau kekerasan,” kata Priyo.
Selain penguatan kebijakan desa dan perlindungan hukum, AMMAN juga menjalankan Program Percepatan Penurunan Stunting di wilayah lingkar tambang. Program ini menjangkau 436 anak yang mengalami stunting, underweight, dan wasting. Hasilnya, sebanyak 32 persen anak berhasil keluar dari kondisi stunting, dengan peningkatan berat badan normal mencapai 86–98 persen.
Rangkaian upaya tersebut turut berkontribusi pada capaian Kabupaten Sumbawa Barat sebagai Kabupaten Layak Anak (KLA) tingkat Madya pada 2025. Implementasi kebijakan perlindungan anak yang menjangkau hingga tingkat desa juga menempatkan KSB sebagai daerah dengan angka stunting terendah di Provinsi NTB.
Di bidang perlindungan hukum, AMMAN memfasilitasi penerbitan Perdes DRPPA di 16 desa, melatih 78 kader paralegal, serta mencetak 29 fasilitator anak. Model ini kemudian direplikasi oleh Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat di 18 desa lainnya melalui pendanaan APBDes.
Upaya pencegahan perkawinan anak juga dilakukan melalui program Lingkar Remaja yang menjangkau 426 siswa SMP dan SMA. Program ini memberikan edukasi kesehatan reproduksi remaja dan pencegahan anemia, dengan fokus pada pemberdayaan remaja perempuan.
Melalui pendekatan terintegrasi yang mencakup regulasi, edukasi, dan pendampingan komunitas, AMMAN menunjukkan bahwa keberlanjutan bisnis dapat berjalan seiring dengan upaya melindungi hak dan masa depan generasi muda.
Reporter: Saka-1
Editor: Redaksi SakaNTB.com





