TPID Sumbawa Perkuat Pengendalian Inflasi, Harga Bapok Dijaga Stabil Jelang Idul Fitri 1447 H

Sumbawa Besar, SakaNTB.com| 19 Maret 2026— Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Sumbawa melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) meningkatkan berbagai langkah strategis guna menjaga stabilitas harga bahan pokok (bapok). Upaya ini dilakukan untuk memastikan masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pangan dengan harga yang terjangkau.

Ketua TPID Kabupaten Sumbawa, Budi Prasetiyo, menegaskan bahwa pengendalian inflasi menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) menjadi prioritas utama pemerintah daerah. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah mengintensifkan pelaksanaan pasar murah serta penjualan paket sembako bersubsidi di berbagai wilayah.

Bacaan Lainnya

“Pasar murah dan paket sembako ini merupakan bagian dari upaya menjaga daya beli masyarakat sekaligus menekan potensi kenaikan harga menjelang Idul Fitri,” ujarnya, Selasa (17/03).

Menurutnya, pengendalian inflasi tidak dapat dilakukan secara parsial. Diperlukan sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, perbankan, hingga masyarakat. Semangat gotong royong dinilai menjadi kunci dalam menjaga stabilitas harga, khususnya pada komoditas yang rentan mengalami fluktuasi.

Sejumlah komoditas yang menjadi perhatian utama antara lain cabai rawit, beras, daging ayam, dan bawang merah. Komoditas tersebut secara historis kerap menjadi penyumbang inflasi menjelang hari besar keagamaan.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, TPID juga mendorong Gerakan Pangan Murah (GPM) serta Gerakan Pangan Desa Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA). Melalui program ini, masyarakat diajak memanfaatkan lahan pekarangan untuk menanam cabai dan sayuran sebagai langkah pengendalian dari sisi pasokan.

“Pendekatan ini tidak hanya menekan inflasi, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan rumah tangga,” jelasnya.

Selain itu, pemerintah daerah turut memperketat pengawasan terhadap distributor bahan pokok guna mencegah praktik penimbunan atau spekulasi harga. Kerja sama antar daerah juga diperkuat untuk memastikan kelancaran distribusi pangan.

Budi memastikan bahwa ketersediaan bahan pokok strategis seperti beras, gula, dan minyak goreng dalam kondisi aman. Dukungan dari Bulog juga dinilai siap untuk menjaga pasokan selama periode Ramadan hingga Idul Fitri.

“Dengan langkah-langkah ini, kami optimistis stabilitas harga dapat terjaga dan kebutuhan masyarakat terpenuhi dengan baik,” pungkasnya.

Reporter: SakaNTB.com

Editor: Redaksi SakaNTB.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *