Populasi Rusa di Pulau Moyo Bertambah, Indikasi Program Konservasi Berjalan Positif

Sumbawa Besar, SakaNTB.com| 5 Juni 2026– Upaya konservasi satwa liar di Pulau Moyo menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Populasi rusa hasil program pelepasliaran yang sebelumnya berjumlah tiga ekor kini bertambah menjadi empat ekor setelah lahir seekor anak rusa pada Februari 2026.

Bupati Sumbawa, Ir H Syarafuddin Jarot, MP menyatakan pertambahan populasi tersebut menjadi indikasi bahwa rusa mampu beradaptasi dengan baik di habitat barunya.

Bacaan Lainnya

“Awalnya terdapat tiga ekor rusa yang dilepasliarkan. Saat ini jumlahnya menjadi empat ekor setelah kelahiran satu anak rusa. Ini menunjukkan satwa tersebut dapat menyesuaikan diri dan berkembang biak di lingkungan alaminya,” kata Jarot.

Menurutnya, hasil pemantauan di lapangan juga menunjukkan perilaku alami rusa masih terjaga. Saat dilakukan pengamatan oleh petugas konservasi, satwa tersebut cenderung menghindari kontak dengan manusia, yang merupakan salah satu karakter penting bagi satwa liar yang hidup bebas di alam.

Untuk memastikan perkembangan populasi terus terpantau, pemerintah daerah bersama tim teknis dan petugas konservasi memasang sejumlah kamera jebak (camera trap) di beberapa titik strategis di Pulau Moyo. Perangkat tersebut digunakan untuk mengumpulkan data mengenai pergerakan, kondisi, serta perkembangan populasi rusa secara berkala.

Data hasil pemantauan nantinya akan menjadi dasar dalam penyusunan langkah-langkah pengelolaan dan penguatan program konservasi di kawasan tersebut.

Jarot menegaskan, program pengembangan populasi rusa di Pulau Moyo tidak hanya berfokus pada pelestarian satwa, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga keseimbangan ekosistem dan keanekaragaman hayati.

“Konservasi yang berhasil akan memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan sekaligus memperkuat daya tarik Pulau Moyo sebagai destinasi ekowisata yang berkelanjutan,” ujarnya.

Pulau Moyo selama ini dikenal sebagai salah satu kawasan dengan kekayaan alam yang menjadi daya tarik wisata di Kabupaten Sumbawa. Keberhasilan reproduksi rusa hasil pelepasliaran diharapkan menjadi indikator positif bahwa habitat di kawasan tersebut mampu mendukung kehidupan satwa liar secara alami serta memperkuat komitmen berbagai pihak dalam menjaga kelestarian ekosistem.

Reporter: Saka-1

Editor: Redaksi SakaNTB.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *