SUMBAWA BESAR SakaNTB.com| 16 September 2026— Pembangunan Batalyon 16 Marinir di kawasan Samota, Kabupaten Sumbawa, mulai berjalan. Kehadiran satuan tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat pertahanan dan keamanan wilayah, tetapi juga memberi dampak terhadap aktivitas ekonomi dan pemberdayaan masyarakat, khususnya di kawasan pesisir.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumbawa, Dr H Budi Prasetiyo, mengatakan keberadaan Batalyon 16 Marinir dapat menjadi bagian dari penguatan pembangunan daerah yang memiliki potensi besar di sektor kelautan dan perikanan.
“Pembangunan Batalyon 16 Marinir Sumbawa kami harapkan tidak hanya berdampak pada penguatan pertahanan dan keamanan wilayah, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar, terutama masyarakat pesisir,” ujar Budi saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (14/9).
Menurut Budi, kehadiran satuan tersebut dapat mendukung berbagai program pemerintah daerah, terutama yang berkaitan dengan sektor pertahanan, kemaritiman, dan pemberdayaan masyarakat.
Kabupaten Sumbawa, kata dia, memiliki wilayah yang luas dengan garis pantai yang panjang serta potensi sumber daya kelautan dan perikanan yang cukup besar.
“Kabupaten Sumbawa memiliki potensi besar di sektor perikanan dan kelautan sehingga kehadiran Batalyon 16 Marinir Sumbawa sangat membantu mengembangkan potensi yang ada,” katanya.
Sebagai satuan yang memiliki kemampuan operasi di wilayah darat dan laut, keberadaan Marinir dinilai relevan dengan karakter geografis Sumbawa yang memiliki wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil.
Budi menyebut sektor pertanian serta kelautan dan perikanan selama ini menjadi salah satu tumpuan perekonomian Kabupaten Sumbawa. Karena itu, penguatan aspek keamanan di wilayah pesisir dinilai dapat menjadi salah satu faktor pendukung bagi aktivitas masyarakat dan pengembangan ekonomi daerah.
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Sumbawa memproyeksikan daerah tersebut menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan selatan. Letak geografis Sumbawa yang berhadapan dengan wilayah perairan selatan juga dinilai memiliki arti strategis dalam konteks kemaritiman dan pertahanan.
Budi berharap kehadiran Batalyon 16 Marinir turut menciptakan kondisi yang mendukung peningkatan aktivitas investasi di Kabupaten Sumbawa.
“Dengan jaminan keamanan dan kenyamanan yang solid, Kabupaten Sumbawa akan semakin dilirik sebagai tujuan investasi,” ujarnya.
Ia juga menilai keberadaan personel batalyon berpotensi meningkatkan aktivitas ekonomi di sekitar kawasan. Pergerakan masyarakat dan kebutuhan sehari-hari personel, menurutnya, dapat membuka ruang bagi tumbuhnya usaha-usaha lokal.
Terlebih, lokasi pembangunan Batalyon 16 Marinir di kawasan Samota disebut direncanakan masuk dalam pengembangan kawasan ekonomi biru. Kondisi tersebut diharapkan dapat membuka peluang bagi masyarakat untuk mengambil bagian dalam aktivitas ekonomi yang berbasis pada potensi kelautan secara berkelanjutan.
Meski demikian, dampak ekonomi dari pembangunan batalyon akan bergantung pada bagaimana keberadaan fasilitas dan aktivitas satuan tersebut terintegrasi dengan perencanaan pembangunan daerah serta pelibatan masyarakat setempat.
Pemkab Sumbawa berharap pembangunan Batalyon 16 Marinir pada akhirnya dapat berjalan seiring dengan pengembangan potensi kelautan dan perikanan, sehingga manfaat keberadaannya tidak hanya dirasakan dari aspek pertahanan, tetapi juga dapat membuka peluang ekonomi bagi masyarakat di sekitar kawasan Samota.
Reporter: Saka-1
Editor: Redaksi SakaNTB.com





