SRD 5 Sumbawa Terima 30 Siswa Baru Melalui Sistem Penjangkauan, Siapkan Pendidikan Berasrama dan Penguatan Karakter

Sumbawa, SakaNTB.com| 17 Juni 2026 – Sekolah Rakyat Dasar (SRD) 5 Sumbawa akan menerima 30 peserta didik baru pada tahun ajaran 2026/2027 melalui mekanisme penjangkauan, berbeda dengan sistem penerimaan peserta didik pada sekolah umum yang menggunakan jalur pendaftaran terbuka.

Kepala SRD 5 Sumbawa, Nani Indrawati, S.S., M.Pd., menjelaskan bahwa proses seleksi calon siswa dilakukan melalui pendataan dan penjangkauan oleh instansi terkait, terutama Dinas Sosial dan Tim Pendamping Keluarga Harapan (PKH), terhadap anak-anak yang memenuhi kriteria sebagai penerima layanan pendidikan Sekolah Rakyat.

Bacaan Lainnya

“Calon siswa kami tidak mendaftar secara langsung seperti di sekolah pada umumnya. Mereka dijangkau melalui proses pendataan oleh Dinas Sosial dan mitra terkait untuk memastikan program tepat sasaran,” ujar Nani saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (17/6/2026).

Menurutnya, kuota penerimaan di SRD 5 Sumbawa ditetapkan sebanyak 30 siswa. Jumlah tersebut berbeda dengan Sekolah Rakyat di daerah lain yang memiliki kapasitas lebih besar, menyesuaikan kondisi dan ketersediaan fasilitas masing-masing sekolah.

Menurutnya saat ini, SRD 5 Sumbawa telah menyelenggarakan pendidikan mulai dari kelas I hingga kelas VI. Sementara bagi siswa kelas VI yang telah menyelesaikan pendidikan dasar, pemerintah berencana memprioritaskan mereka untuk melanjutkan pendidikan ke Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) yang berada di Kabupaten Lombok Barat.

Nani menjelaskan, seluruh peserta didik baru dari berbagai jenjang Sekolah Rakyat di Nusa Tenggara Barat akan ditempatkan sementara di gedung permanen yang berlokasi di Kabupaten Lombok Utara sebelum fasilitas sekolah di daerah masing-masing siap digunakan.

“Peserta didik baru dari SRD Sumbawa, SRD lainnya, SRMP Lombok Barat, hingga SMA Sekolah Rakyat Lombok Timur akan ditempatkan terlebih dahulu di Lombok Utara. Setelah gedung permanen di daerah masing-masing selesai, mereka akan kembali ke lokasi sekolah asal,” jelasnya.

Pendidikan Berasrama Jadi Pembeda

Lebih lanjut, Nani menuturkan bahwa salah satu keunggulan Sekolah Rakyat dibandingkan sekolah reguler adalah penerapan sistem pendidikan berasrama yang berlangsung selama 24 jam.

Selain mengikuti pembelajaran akademik, peserta didik juga mendapatkan pembinaan karakter, kedisiplinan, dan kemandirian melalui program keasramaan yang terintegrasi dengan kegiatan belajar.

“Di Sekolah Rakyat, siswa tidak hanya memperoleh pendidikan akademik, tetapi juga pendidikan karakter melalui sistem asrama. Karena itu nantinya mereka memiliki dua laporan perkembangan, yaitu raport akademik dan raport keasramaan,” katanya.

Kemajuan Akademik Mulai Terlihat

Meski mayoritas peserta didik berasal dari keluarga dengan latar belakang sosial ekonomi yang beragam dan memiliki kemampuan akademik yang berbeda-beda saat pertama masuk sekolah, SRD 5 Sumbawa mencatat perkembangan yang cukup signifikan selama satu tahun terakhir.

Berdasarkan hasil asesmen awal, banyak siswa yang masih mengalami kesulitan dalam kemampuan literasi dan numerasi, bahkan sebagian belum mampu membaca maupun mengenal huruf. Namun melalui pendampingan intensif, kemampuan dasar tersebut terus mengalami peningkatan.

“Alhamdulillah, perubahan yang terjadi cukup signifikan. Anak-anak yang sebelumnya belum bisa membaca kini sudah mampu membaca, dan yang belum mengenal huruf kini sudah mulai memahami dasar-dasar literasi,” ungkap Nani.

Selain peningkatan kemampuan dasar, sejumlah siswa juga mulai menunjukkan prestasi di bidang akademik. Salah satu capaian membanggakan adalah lolosnya peserta didik SRD 5 Sumbawa ke tingkat nasional dalam ajang Olimpiade Matematika.

Nani menyebutkan bahwa pada 27–28 Juni mendatang, perwakilan siswa SRD 5 Sumbawa dijadwalkan mengikuti kompetisi matematika tingkat nasional di Surabaya.

“Ini menjadi motivasi bagi kami bahwa anak-anak Sekolah Rakyat memiliki potensi yang sama untuk berprestasi. Kami terus berupaya meningkatkan kualitas pembelajaran agar mereka mampu bersaing di tingkat yang lebih tinggi,” tutupnya.

Reporter: Saka-1

Editor: Redaksi SakaNTB.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *