Perluas Pasar Wisata, Pemkab Sumbawa Gandeng BAKTI Komdigi Latih Pelaku Pariwisata Manfaatkan OTA

SUMBAWA, SakaNTB.com| 14 Agustus 2026— Pemerintah Kabupaten Sumbawa menggandeng BAKTI Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) serta Atourin untuk memperkuat kemampuan digital pelaku pariwisata, khususnya dalam mengemas dan memasarkan produk wisata melalui Online Travel Agent (OTA).

Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Pembuatan Paket Wisata untuk Dipasarkan Melalui OTA yang digelar selama tiga hari, 11–13 Agustus 2026, di Aula BKPSDM Kabupaten Sumbawa Besar.

Bacaan Lainnya

Pelatihan dilaksanakan secara hybrid dengan melibatkan 80 peserta. Sebanyak 30 peserta mengikuti kegiatan secara langsung, berasal dari unsur masyarakat dan pelaku usaha pariwisata. Sementara 50 peserta lainnya mengikuti pelatihan secara daring dari berbagai titik akses internet dan BTS BAKTI yang tersebar di wilayah Kabupaten Sumbawa.

Kegiatan dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa, Dr. H. Budi Prasetiyo, S.Sos., M.AP. Turut hadir Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kabupaten Sumbawa, perwakilan BAKTI Komdigi, serta sejumlah pihak terkait.

Tak Cukup Hanya Punya Destinasi Menarik

Perwakilan BAKTI Komdigi, Inneke Lady, mengatakan persaingan industri pariwisata yang semakin ketat membuat pengelola destinasi tidak cukup hanya mengandalkan keindahan objek wisata.

Menurutnya, potensi wisata perlu dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai jual, mudah ditemukan calon wisatawan, serta dapat diakses dan dipesan melalui platform digital.

“Memiliki destinasi yang menarik saja belum cukup. Potensi wisata perlu dikemas menjadi produk yang menarik, mudah ditemukan, mudah dibeli, mudah didokumentasikan, serta mampu menjangkau wisatawan dari berbagai daerah hingga mancanegara,” ujarnya.

Pemanfaatan OTA dinilai dapat membuka akses pasar yang lebih luas bagi pelaku pariwisata lokal. Melalui platform tersebut, calon wisatawan dapat memperoleh informasi mengenai destinasi, pilihan aktivitas, harga, durasi perjalanan hingga fasilitas yang tersedia sebelum melakukan pemesanan.

Dengan pola pemasaran digital tersebut, paket wisata yang sebelumnya hanya dikenal di lingkungan masyarakat sekitar berpeluang menjangkau wisatawan dari luar daerah, bahkan pasar internasional.

Peserta Dapat Pendampingan Dua Bulan

Pemerintah Kabupaten Sumbawa mengapresiasi kolaborasi BAKTI Komdigi, Atourin dan para peserta dalam pelaksanaan program tersebut.

Pelatihan diharapkan tidak berhenti pada peningkatan pengetahuan, tetapi dapat mendorong peserta untuk langsung menerapkan keterampilan digital dalam mengembangkan dan memasarkan produk wisata di daerah.

Untuk mendukung keberlanjutan program, Atourin juga akan memberikan pendampingan secara daring selama dua bulan, yakni Agustus hingga September 2026.

Pendampingan tersebut diharapkan membantu peserta mengimplementasikan materi pelatihan, termasuk dalam proses pengemasan produk wisata dan pemanfaatan platform digital sebagai kanal pemasaran.

Dorong Pelaku Wisata Jadi Penggerak Digital

Digitalisasi pemasaran pariwisata diharapkan dapat membuka peluang yang lebih besar bagi pelaku usaha lokal untuk meningkatkan jangkauan pasar, kunjungan wisatawan, dan pada akhirnya pendapatan masyarakat yang bergantung pada sektor pariwisata.

Para peserta juga diharapkan dapat berkembang menjadi local champion yang mampu menjadi penggerak pemanfaatan teknologi digital bagi sektor pariwisata di Kabupaten Sumbawa.

Kolaborasi pemerintah daerah, BAKTI Komdigi, Atourin dan pelaku usaha tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem pariwisata Sumbawa agar potensi destinasi lokal tidak hanya menarik untuk dikunjungi, tetapi juga semakin mudah ditemukan dan diakses oleh wisatawan melalui kanal digital.

Reporter: Saka-1

Editor: Redaksi SakaNTB.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *