Zulfikar Dorong Pilkades Sumbawa Melahirkan Kades Berkapasitas dan Inovatif

SUMBAWA BESAR, SakaNTB.com | 31 Agustus 2026 — Wakil Ketua III DPRD Kabupaten Sumbawa, Zulfikar Demitry, S.H., M.H., mengingatkan masyarakat agar menggunakan hak pilih secara cerdas dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak yang akan digelar di 20 desa pada 7 September 2026.

Menurut Zulfikar, kualitas pemimpin desa sangat ditentukan oleh pilihan masyarakat. Karena itu, warga tidak semestinya memilih calon hanya berdasarkan kedekatan maupun identitas, melainkan perlu mempertimbangkan kapasitas, visi, inovasi, serta kemampuan calon dalam membangun dan mengelola pemerintahan desa.

Bacaan Lainnya

“Yang paling penting, masyarakat kita harus cerdas dalam memilih. Pilihan itu harus didasari dengan melihat potensi dan kapasitas calon,” kata Zulfikar.

Ia menilai kepala desa memiliki peran strategis dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di tingkat desa. Kepala desa yang terpilih nantinya dituntut mampu menjalankan pemerintahan sekaligus menjawab berbagai kebutuhan masyarakat.

Selain kapasitas, Zulfikar berharap calon kepala desa terpilih memiliki kemampuan membangun jejaring dan menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak. Kemampuan tersebut dinilai penting agar pemerintah desa dapat mengembangkan potensi wilayah dan membuka peluang kerja sama yang lebih luas.

“Harus memiliki inovasi, jaringan, networking, terutama bagaimana menjalin kolaborasi dan kerja sama,” ujarnya.

Di sisi lain, Zulfikar menekankan pentingnya menjaga keamanan dan kondusivitas selama seluruh tahapan Pilkades. Perbedaan pilihan politik di tingkat desa, menurutnya, merupakan bagian dari proses demokrasi yang harus disikapi secara dewasa.

Ia mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menjaga komitmen bersama dalam memelihara keamanan daerah, meskipun memiliki pilihan calon yang berbeda.

“Walaupun berbeda, tetap jaga komitmen bersama untuk menjaga keamanan daerah,” katanya.

Zulfikar juga mengingatkan bahwa situasi keamanan dan stabilitas daerah berkaitan dengan iklim pembangunan, termasuk peluang masuknya investasi ke Kabupaten Sumbawa. Konflik akibat perbedaan pilihan dalam Pilkades harus dicegah sejak dini agar tidak mengganggu kehidupan sosial masyarakat maupun proses pembangunan di daerah.

Ia menilai, secara umum tingkat kerawanan konflik di Sumbawa relatif terkendali. Namun, kondisi tersebut tetap harus dijaga dan tidak boleh membuat semua pihak lengah terhadap potensi gesekan selama proses Pilkades.

“Kita bersyukur Sumbawa terbilang tidak terlalu rawan dibanding wilayah-wilayah lain. Tetapi jangan sampai masyarakat terprovokasi,” ujarnya.

Karena itu, Zulfikar berharap masyarakat Sumbawa tetap mempertahankan karakter demokrasi yang aman dan tertib, sehingga Pilkades serentak dapat menghasilkan pemimpin desa yang berkualitas.

Ia juga berharap siapa pun yang nantinya terpilih sebagai kepala desa merupakan putra-putri terbaik di masing-masing wilayah dan mampu membangun sinergi dengan pemerintah daerah. Kepala desa terpilih harus mampu menerjemahkan visi dan misi pembangunan desa ke dalam program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat serta sejalan dengan arah pembangunan daerah.

“Siapa pun yang terpilih nanti adalah putra-putri terbaik di Kabupaten Sumbawa, terutama di desanya masing-masing, dan bisa bersinergi dengan pemerintah daerah,” pungkasnya.

Reporter: Saka-4

Editor: Redaksi SakaNTB.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *