Andi Rusni: Program Revitalisasi Pendidikan Harus Dikawal, Sumbawa Jangan Sekadar Jadi Penonton

SUMBAWA BESAR, SakaNTB.com| 2 September 2026— Program revitalisasi sektor pendidikan yang digulirkan pemerintah pusat dinilai menjadi salah satu peluang penting bagi daerah untuk meningkatkan kualitas sarana dan layanan pendidikan. Pemerintah daerah diharapkan mampu mengawal sekaligus memastikan berbagai program tersebut guna memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Sumbawa.

Hal itu disampaikan Andi Rusni, SE, MM, Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Sumbawa sekaligus anggota Komisi III DPRD Sumbawa. Ia menyoroti adanya alokasi anggaran revitalisasi pendidikan yang menurutnya mencapai sekitar Rp1,5 miliar untuk setiap sekolah dasar (SD) penerima program.

Bacaan Lainnya

Menurut Andis sapaan akrabnya, salah satu hal penting dari program tersebut adalah adanya pengelolaan anggaran yang melibatkan pihak sekolah sesuai dengan ketentuan program.

“Revitalisasi di sektor pendidikan ini ada alokasi anggaran. Sekarang satu SD itu ada yang mendapatkan Rp1,5 miliar. Pengelolaannya langsung dari sekolah itu sendiri,” ujar Andis.

Ia menilai, berbagai program pemerintah pusat yang masuk ke daerah perlu dilihat sebagai sebuah capaian yang patut diapresiasi. Menurutnya, tidak seluruh program dapat direalisasikan secara bersamaan, sehingga program yang telah diperoleh Sumbawa perlu disyukuri sekaligus dikawal pelaksanaannya.

“Tidak semua sekaligus bisa kita dapatkan. Tapi mesti kita syukuri dan kita akui bahwa ada program di sektor pendidikan,” katanya.

Selain revitalisasi sekolah, Andis juga menyebut sejumlah program pendidikan lainnya yang menurutnya berpeluang memberikan dampak besar bagi Sumbawa, termasuk Sekolah Rakyat dan rencana Sekolah Garuda.

Ia menilai keberhasilan daerah memperoleh program pemerintah pusat tidak terlepas dari kemampuan pemerintah daerah dalam memperjuangkan kepentingan daerah di tengah persaingan dengan daerah lain.

“Kalau pemimpinnya, bupatinya malas, misalnya, kita tidak mungkin dapat itu. Karena kita bersaing dengan banyak daerah yang lain,” ujarnya.

Namun, Andis menegaskan bahwa keberhasilan memperoleh program bukanlah tahap akhir. Menurutnya, DPRD memiliki tanggung jawab untuk mengawal, menyampaikan informasi mengenai tujuan program kepada masyarakat, serta memastikan implementasinya berjalan sesuai dengan sasaran.

Ia mengatakan pihaknya akan terus mendalami berbagai program yang diperoleh Pemerintah Kabupaten Sumbawa dari pemerintah pusat, termasuk program-program yang memiliki dukungan anggaran.

“Ketika kita dorong pemerintah untuk bergerak, begitu pemerintah bisa dapat untuk Sumbawa, tugas kitalah mengawal dan menyampaikan ini maksud programnya apa, program hilirisasi unggas ini seperti apa, program yang ini dan itu seperti apa,” katanya.

Andi menganalogikan upaya pemerintah daerah dalam mendapatkan program pusat seperti seseorang yang harus berusaha memanjat pohon untuk mendapatkan hasil.

“Filosofinya Pak Bupati Jarot itu, kalau mau dapat hasil, kita harus berusaha naik ke atas. Tidak bisa hanya menonton di bawah pohon,” tuturnya.

Karena itu, ia menegaskan komitmennya untuk terus mengawal berbagai program pemerintah pusat yang masuk ke Sumbawa, baik di sektor pendidikan maupun sektor lainnya, di samping menjalankan tugas dan fungsi DPRD secara langsung.

“Ini yang terus akan saya laksanakan selain tugas-tugas saya secara langsung di DPRD,” pungkasnya.

Reporter: Saka-1

Editor: Redaksi SakaNTB.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *