Sumbawa Besar, SakaNTB.com| 3 September 2026— Sekolah Rakyat Dasar (SRD) 5 Sumbawa menerapkan pola pendidikan berasrama yang memungkinkan pembinaan siswa berlangsung selama 24 jam. Selain pembelajaran akademik, sekolah memprioritaskan penguatan literasi, numerasi, pendidikan karakter, keagamaan, serta pengembangan minat dan bakat siswa.
Kepala SRD 5 Sumbawa, Nani Indrawati, S.S., M.Pd., mengatakan pola pendidikan tersebut menjadi salah satu pembeda Sekolah Rakyat dengan sekolah reguler. Siswa tidak hanya mengikuti kegiatan pembelajaran di kelas, tetapi juga mendapatkan pendampingan ketika berada di asrama.
“Yang membedakan dengan sekolah reguler, anak-anak mendapatkan pendidikan akademik dan juga pendidikan karakter. Mereka stay di sini selama 24 jam,” kata Nani dalam wawancara, Kamis (3/9/2026).
Menurut Nani, program pendidikan di sekolah mencakup kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, ekstrakurikuler, dan keasramaan. Kegiatan ekstrakurikuler umumnya berlangsung pada sore hari, sedangkan pembinaan keagamaan menjadi bagian dari pembiasaan siswa selama berada di asrama.n
Untuk memperkuat pembinaan mengaji, sekolah menghadirkan dua ustadzah sebagai pembina yang dijadwalkan datang tiga kali dalam sepekan. Namun, kegiatan mengaji tidak hanya berlangsung pada hari ketika pembina hadir.
Setiap malam, setelah salat Magrib hingga menjelang salat Isya, siswa tetap mengikuti pembiasaan keagamaan dengan pendampingan wali asuh dan wali asrama.
“Pembina yang kami datangkan dalam satu minggu tiga kali, tetapi bukan berarti tiga kali mengajinya. Mengaji tetap rutin setiap malam setelah salat Magrib sampai salat Isya,” jelasnya.
Membentuk Kemandirian di Asrama
Pola pendidikan berasrama juga dimanfaatkan untuk membiasakan siswa hidup lebih mandiri. Selain memperoleh fasilitas makan dan kebutuhan sehari-hari, siswa diarahkan untuk bertanggung jawab terhadap kebersihan serta kebutuhan pribadi.
Kebiasaan tersebut antara lain mencuci pakaian dan menjaga kebersihan diri secara mandiri. Pembinaan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kemampuan masing-masing siswa.
Dalam pembagian tugas, guru bertanggung jawab terhadap proses pembelajaran akademik. Setelah siswa kembali ke asrama, pendampingan dilanjutkan oleh wali asuh dan wali asrama.
Pola tersebut membuat proses pendidikan tidak berhenti ketika kegiatan belajar mengajar di kelas selesai. Pembinaan karakter dan kemandirian berlangsung melalui aktivitas sehari-hari siswa di lingkungan asrama.
30 Siswa Baru Disiapkan ke Gedung Permanen
Pada tahun ajaran ini, SRD 5 Sumbawa menerima 30 siswa baru. Para siswa tersebut disiapkan untuk menempati gedung permanen di Kabupaten Lombok Utara.
Proses persiapan pemindahan masih berlangsung. Sekolah belum memberikan kepastian mengenai seluruh tahapan pembangunan maupun kesiapan fasilitas gedung permanen tersebut.
MPLS di Kabupaten Lombok Utara direncanakan dimulai pada 21 September 2026. Sesuai rencana, para siswa akan diberangkatkan sehari sebelumnya, yakni 20 September.
Selain 30 siswa baru, sebanyak sembilan siswa lulusan juga akan ikut dalam proses keberangkatan tersebut.
Dari sisi kurikulum, Nani menjelaskan bahwa kegiatan pembelajaran pada dasarnya tetap mencakup intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler seperti sekolah reguler. Perbedaan utama terletak pada pola pendidikan berasrama dan dukungan fasilitas yang diberikan kepada siswa.
Setiap siswa difasilitasi satu laptop untuk mendukung pembelajaran berbasis digital. Sementara itu, tiga ruang kelas yang tersedia dilengkapi smartphone dan LCD sebagai perangkat pendukung proses belajar mengajar.
Pemetaan Minat dan Bakat Lewat DNA Talent
Sekolah juga mulai memetakan minat dan potensi siswa menggunakan aplikasi DNA Talent. Pemetaan tersebut ditujukan untuk membantu sekolah menentukan kegiatan ekstrakurikuler yang lebih sesuai dengan kemampuan dan ketertarikan masing-masing siswa.
Namun, proses asesmen belum dapat dilakukan terhadap seluruh siswa. Sejumlah siswa masih mengalami kendala dalam mengoperasikan aplikasi, sementara terdapat pula siswa yang belum mampu membaca sehingga pelaksanaan asesmen perlu dilakukan secara bertahap.
Sekolah juga menekankan pentingnya jawaban yang diberikan langsung oleh siswa. Hal itu dilakukan agar hasil asesmen menggambarkan minat dan potensi siswa secara lebih objektif, bukan berdasarkan arahan orang lain.
Dari pemetaan sementara, terdapat siswa yang menunjukkan kecenderungan memiliki kemampuan kreativitas yang tinggi. Potensi tersebut selanjutnya dapat diarahkan pada bidang yang relevan, termasuk seni.
Pemetaan juga diarahkan untuk mengidentifikasi potensi siswa dalam bidang lain, seperti olahraga dan kegiatan pengembangan bakat lainnya.
Melalui pola pendidikan berasrama, SRD 5 Sumbawa berupaya mengintegrasikan pembelajaran akademik dengan pembentukan karakter, kemandirian, pendidikan keagamaan, serta pengembangan potensi siswa.
Pembagian peran antara guru, wali asuh, dan wali asrama menjadi bagian penting dalam memastikan pendampingan siswa berlangsung sepanjang mereka berada di lingkungan sekolah dan asrama.
Reporter: Saka-2
Editor: Redaksi SakaNTB.com





