JAKARTA, SakaNTB.com|15 September 2026— Pemerintah Kabupaten Sumbawa memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat untuk mendorong penanganan permukiman kumuh yang terpadu dan berkelanjutan.
Komitmen itu disampaikan Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P. saat menghadiri Forum Koordinasi Penanganan Permukiman Kumuh Terpadu yang digelar Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Republik Indonesia di Jakarta, Senin (14/9/2026).
Forum tersebut menjadi ruang koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah untuk menyelaraskan kebijakan serta program penanganan permukiman kumuh agar intervensi yang dilakukan lebih efektif dan sesuai dengan kondisi masing-masing daerah.
Bupati Jarot mengatakan, penanganan permukiman kumuh tidak cukup hanya melalui pembangunan atau perbaikan infrastruktur. Aspek kualitas lingkungan dan kondisi sosial masyarakat juga perlu menjadi bagian dari penanganan.
“Forum ini menjadi ruang penting untuk memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menghadirkan penanganan permukiman kumuh yang terpadu, berkelanjutan, dan tepat sasaran,” kata Jarot.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur perlu berjalan seiring dengan peningkatan kualitas lingkungan dan kehidupan masyarakat. Dengan pendekatan tersebut, program penanganan kawasan kumuh diharapkan memberikan manfaat yang berkelanjutan, bukan sekadar memperbaiki sarana dan prasarana.
“Ikhtiar ini bukan hanya tentang membangun infrastruktur, tetapi juga memastikan masyarakat dapat tinggal di lingkungan yang sehat, aman, layak, dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik,” ujarnya.
Jarot menegaskan, sinergi pemerintah pusat dan daerah diperlukan agar kebijakan dan dukungan program dapat disesuaikan dengan karakteristik serta kebutuhan wilayah.
Bagi Pemkab Sumbawa, koordinasi tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong pembangunan kawasan hunian yang lebih tertata sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.
Pemkab Sumbawa berharap kolaborasi dengan pemerintah pusat dapat memperkuat perencanaan dan pelaksanaan program penanganan permukiman kumuh di daerah, sehingga intervensi yang dilakukan lebih terarah dan berkelanjutan.
Reporter: Saka-1
Editor: Redaksi SakaNTB.com





