Sumbawa Dorong Jadi Tuan Rumah PON XXII 2028, Empat Cabor Diusulkan

SUMBAWA BESAR, SakaNTB.com| 18 September 2026— Kabupaten Sumbawa terus mendorong agar dipercaya menjadi salah satu lokasi penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028 di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Upaya tersebut dilakukan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Sumbawa bersama DPRD Sumbawa melalui konsultasi dan koordinasi dengan KONI Pusat serta Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

Bacaan Lainnya

Ketua KONI Kabupaten Sumbawa, Abdul Rafiq, mengatakan keterlibatan DPRD dalam proses tersebut menunjukkan bahwa upaya menjadikan Sumbawa sebagai bagian dari tuan rumah PON merupakan agenda daerah, bukan semata kepentingan organisasi olahraga.

“Ini bukan hanya kepentingan KONI, tetapi merupakan kepentingan daerah secara kelembagaan,” kata Rafiq.

Dalam konsultasi tersebut, rombongan Sumbawa diterima Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) KONI Pusat Soewarno, serta Caretaker KONI NTB Yosep.

Rombongan DPRD Kabupaten Sumbawa dipimpin Ketua DPRD Nanang Nazruddin, didampingi Wakil Ketua III Zulfikar Dimitri serta anggota Ida Rahayu dan Samsul Hidayat. Dari KONI Sumbawa turut hadir Bendahara Auliah Asman.

Rombongan juga didampingi Ketua Pengprov Angkat Besi NTB Karina De Vega dan Ketua Pengprov Kick Boxing NTB Junaidi Kasum.

Dalam pertemuan tersebut, Sumbawa mengusulkan empat cabang olahraga untuk dapat dipertandingkan di daerah tersebut, yakni panahan, grass track, pickleball, dan tarung derajat.

Rafiq mengatakan, berdasarkan komunikasi yang dilakukan, KONI Pusat membuka ruang bagi Kabupaten Sumbawa untuk menjadi bagian dari penyelenggaraan PON XXII. Karena itu, KONI Sumbawa akan mempersiapkan berbagai aspek yang menjadi kebutuhan penyelenggaraan pertandingan.

Menurut dia, pembagian lokasi pertandingan juga perlu mempertimbangkan kondisi geografis NTB yang terdiri atas Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa.

“NTB ini terdiri dari dua pulau besar, Lombok dan Sumbawa. Jadi penyelenggaraan PON jangan sampai kegiatan hanya menumpuk di Pulau Lombok. Pulau Sumbawa juga harus mendapatkan ruang yang proporsional sebagai bagian dari tuan rumah,” ujarnya.

Bukan Sekadar Ajang Olahraga

Rafiq menilai penyelenggaraan PON di Sumbawa berpotensi memberikan dampak lebih luas di luar sektor olahraga.

Menurutnya, kedatangan atlet, ofisial, dan kontingen dari berbagai daerah dapat menjadi momentum untuk memperkenalkan potensi Sumbawa sekaligus menggerakkan sejumlah sektor ekonomi masyarakat.

“PON ini bukan hanya tentang pertandingan dan medali. Ada promosi daerah, pariwisata, UMKM, kuliner, transportasi, perhotelan dan berbagai aktivitas ekonomi masyarakat yang akan bergerak ketika Sumbawa menjadi tempat datangnya atlet dan kontingen dari seluruh Indonesia,” katanya.

Karena itu, KONI Sumbawa mulai mempersiapkan fasilitas olahraga yang dinilai dapat mendukung pelaksanaan pertandingan.

Rafiq mengatakan, tidak seluruh kebutuhan venue harus dipenuhi dengan pembangunan fasilitas baru. Fasilitas yang sudah tersedia, menurut dia, dapat ditingkatkan dan disesuaikan dengan standar serta kebutuhan masing-masing cabang olahraga.

Menunggu Visitasi KONI Pusat

Salah satu tahapan yang dinantikan adalah rencana kunjungan tim visitasi KONI Pusat ke Kabupaten Sumbawa untuk melihat secara langsung kondisi venue dan fasilitas pendukung.

“Kami akan mempersiapkan semuanya. Ketika tim visitasi KONI Pusat datang, kita ingin menunjukkan bahwa venue-venue yang ada di Sumbawa layak digunakan sebagai venue pertandingan PON,” ujar Rafiq.

Ia menegaskan, kesiapan Sumbawa tidak hanya bergantung pada KONI. Dukungan pemerintah daerah, DPRD, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perangkat daerah, pengurus cabang olahraga, dunia usaha, serta masyarakat juga diperlukan.

“Kita harus menyambutnya dengan kerja bersama. Kami mengapresiasi DPRD Sumbawa yang telah memberikan dukungan nyata dengan ikut berkonsultasi ke KONI Pusat dan Kemenpora,” katanya.

Rafiq berharap seluruh pemangku kepentingan dapat memanfaatkan proses persiapan tersebut untuk memastikan kesiapan Sumbawa, baik dari sisi venue maupun fasilitas pendukung lainnya.

“Kalau kita ingin Sumbawa dipercaya, maka kita harus menunjukkan kesiapan. Venue siap, pemerintah daerah siap, masyarakat siap, dan seluruh stakeholder olahraga siap. Kita ingin PON tidak hanya sukses penyelenggaraan dan prestasi, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Sumbawa,” pungkasnya.

Reporter: Saka-1

Editor Redaksi SakaNTB.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *