Wabup Sumbawa Tinjau Korban Banjir di Sepayung, Normalisasi Sungai Dipercepat dan Relokasi Jadi Opsi

Sumbawa Besar, SakaNTB.com | 19 November 2025 — Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, meninjau langsung kondisi warga terdampak banjir di Dusun Buin Rare, Desa Sepayung, Kecamatan Plampang, pada Selasa (18/11). Dalam kunjungan itu, Wabup menyalurkan bantuan darurat kepada 14 kepala keluarga (KK) yang rumahnya terdampak luapan sungai.

Bantuan yang diberikan meliputi paket sembako, karpet, selimut, minyak goreng, telur, air minum, serta santunan bagi keluarga korban.

Bacaan Lainnya

Komitmen Pemerintah Daerah: Normalisasi Sungai dan Opsi Relokasi

Di hadapan warga, Wabup Ansori menyampaikan keprihatinannya atas bencana yang kembali terjadi. Ia menegaskan bahwa penanganan pascabencana tidak hanya berhenti pada pemberian bantuan, tetapi juga pada langkah teknis jangka panjang.

“Bantuan ini sifatnya sementara. Untuk penanganan lebih lanjut, kita akan lihat kembali kondisi sungai. Jika setelah dinormalisasi banjir tetap terjadi, maka opsi relokasi bagi 14 KK di kawasan rawan akan dipertimbangkan,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa pemerintah daerah berkomitmen menyiapkan solusi terbaik agar masyarakat dapat hidup aman dan terbebas dari ancaman banjir tahunan.

Penghijauan di Lahan Pertanian, Upaya Mitigasi dari Hulu

Wabup juga mengajak masyarakat, khususnya para petani, untuk meningkatkan pengelolaan lingkungan sebagai bagian dari mitigasi jangka panjang.

“Kami mengimbau petani agar menanam pohon di sela tanaman jagung. Pohon-pohon penyerap air akan sangat membantu mengurangi risiko banjir yang rutin datang setiap musim hujan,” katanya.

Ia meminta masyarakat tetap siaga selama musim hujan, terutama mereka yang tinggal di sekitar bantaran sungai.

OPD Bergerak Cepat, Normalisasi Sungai Dikebut

Sejumlah OPD dilaporkan telah turun memberikan bantuan dan penanganan awal, mulai dari BPBD, Dinas Sosial, Dinas Ketahanan Pangan, hingga Dinas PUPR yang akan melakukan pengerukan sedimen sungai.

“Ini masih awal musim hujan. Normalisasi perlu segera dilakukan agar aliran sungai kembali lancar,” tegas Wabup.

Kades Sepayung: Normalisasi Sudah Mendesak

Kepala Desa Sepayung, Syahabuddin, berharap kunjungan Wabup dapat mempercepat penanganan sedimentasi yang menjadi pemicu utama banjir di wilayahnya.

“Jika titik-titik sungai yang tersumbat dibenahi, dampak banjir pasti bisa berkurang. Itu harapan kami,” ujarnya.

Menurutnya, banjir di Sepayung bukanlah persoalan baru. Bencana serupa telah terjadi sejak 1986, merusak jalan desa, jembatan penghubung, serta menyeret material pembangunan yang dikerjakan melalui anggaran desa.

“Beberapa akses jalan putus dan jembatan rusak. Meski sebagian merupakan kewenangan kabupaten, kami tetap berupaya menormalkan agar masyarakat bisa beraktivitas, termasuk ke sekolah dan ke pasar,” jelasnya.

Warga Harapkan Solusi Permanen

Kehadiran Wabup Ansori memberikan harapan baru bagi warga Buin Rare yang puluhan tahun hidup berdampingan dengan banjir musiman. Mereka berharap normalisasi sungai dan perbaikan akses dapat segera direalisasikan.

Dalam kesempatan itu, Wabup juga menyempatkan diri makan siang bersama warga menggunakan nasi bungkus, sebagai bentuk empati dan penyemangat bagi masyarakat terdampak.

“Saya sangat prihatin dengan kondisi warga. Pemerintah daerah akan mengupayakan normalisasi sungai agar masyarakat dapat hidup aman, nyaman, dan terbebas dari trauma banjir tahunan,” tandasnya.

Reporter: Saka-1

Editor: Redaksi SakaNTB.com

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *