Sumbawa Besar, SakaNTB.com| 15 Desember 2025 – Ketegangan sempat mewarnai aksi unjuk rasa puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Serikat Mahasiswa Indonesia (SMI) di depan Kantor Bupati Sumbawa, Senin (15/12/2025) pagi. Situasi berhasil diredakan setelah Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, turun langsung menemui massa aksi dan membuka ruang dialog.
Aksi yang mengangkat isu pertanian dan lingkungan tersebut sempat memanas ketika massa melakukan pembakaran ban, sehingga terjadi aksi saling dorong dengan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Pol PP) yang berjaga. Kondisi ini berpotensi mengganggu ketertiban umum, sebelum akhirnya dapat dikendalikan.
Merespons situasi tersebut, Wabup Ansori mengambil inisiatif mendatangi lokasi aksi. Kehadiran langsung pimpinan daerah itu menjadi titik balik meredanya emosi massa. Dialog terbuka pun dilakukan, di mana mahasiswa diberi kesempatan menyampaikan aspirasi secara langsung.
“Kami mengapresiasi aspirasi yang disampaikan oleh teman-teman mahasiswa, khususnya terkait petani dan lingkungan. Substansi tuntutan tersebut pada dasarnya baik dan menjadi perhatian pemerintah,” ujar Wabup Ansori di hadapan peserta aksi.
Setelah dialog berlangsung, massa aksi sepakat membubarkan diri secara tertib. Aksi berakhir dengan aman tanpa insiden lanjutan.
Dalam pertemuan tersebut, Wabup Ansori menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Sumbawa di bawah kepemimpinan Bupati Syarafuddin Jarot terus memprioritaskan sektor pertanian. Sejumlah program telah dijalankan, mulai dari penyaluran alat dan mesin pertanian (alsintan), bantuan bibit, perbaikan jaringan irigasi, hingga pembangunan jalan usaha tani.
Selain itu, pemerintah daerah juga menyiapkan langkah konkret di bidang lingkungan. Wabup Ansori mengungkapkan rencana penanaman satu juta pohon secara serentak sebagai upaya rehabilitasi hutan dan lahan kritis di Sumbawa.
“Pemerintah akan melaksanakan penanaman satu juta pohon untuk memulihkan kawasan hutan yang mengalami kerusakan,” jelasnya.
Ia pun mengajak mahasiswa untuk terlibat aktif dalam agenda-agenda tersebut. Menurutnya, peran generasi muda tidak hanya penting sebagai penyampai kritik, tetapi juga sebagai mitra strategis pemerintah dalam mengawal dan mengimplementasikan kebijakan publik.
“Kami membutuhkan dukungan semua pihak, terutama mahasiswa, untuk terlibat langsung dalam mengawal kebijakan. Mari kita jaga hutan kita demi masa depan anak cucu dan kesejahteraan petani,” tegas Wabup Ansori.
Peristiwa ini menunjukkan bahwa pendekatan dialog dan keterbukaan dapat menjadi solusi efektif dalam meredam potensi konflik. Langkah Wakil Bupati yang turun langsung menemui massa mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam mendengarkan aspirasi masyarakat secara demokratis.
Dengan dibukanya ruang kolaborasi antara pemerintah dan mahasiswa, diharapkan energi kritis kaum muda dapat diarahkan menjadi kekuatan konstruktif dalam mewujudkan Sumbawa yang lebih hijau, aman, dan berkelanjutan.
Reporter: (Saka-1)
Editor: (Redaksi SakaNTB.com)





