Wabup Sumbawa Dorong Bale Mediasi Jadi Garda Terdepan Penyelesaian Sengketa Warga

Sumbawa Besar, SakaNTB.com| 7 Mei 2026— Wakil Bupati Sumbawa, Mohamad Ansori, menegaskan pentingnya optimalisasi peran Bale Mediasi sebagai instrumen penyelesaian sengketa masyarakat secara damai dan berkeadilan. Menurutnya, Bale Mediasi harus hadir sebagai solusi nyata di tengah masyarakat, bukan sekadar lembaga formal tanpa fungsi yang dirasakan publik.

Penegasan itu disampaikan saat membuka kegiatan Sosialisasi Bale Mediasi bertema “Penguatan Sinergi Perdamaian Bale Mediasi Sebagai Instrumen Penyelesaian Sengketa Non Litigasi Berbasis Nilai Agama, Kearifan Lokal dan Hukum” di Aula H. Madilaoe ADT Lantai III Kantor Bupati Sumbawa, Kamis (7/5/2026).

Bacaan Lainnya

Dalam sambutannya, Wabup Ansori menilai pendekatan non litigasi yang mengedepankan nilai agama, hukum, dan kearifan lokal merupakan langkah strategis dalam menjaga harmoni sosial serta menciptakan rasa keadilan di tengah masyarakat.

“Ketika persoalan dapat diselesaikan dengan damai, maka kehidupan masyarakat akan terasa lebih sejuk, aman, dan tenteram. Pemerintah ingin masyarakat benar-benar merasakan kehadiran negara melalui Bale Mediasi ini,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya deteksi dini terhadap potensi konflik sosial di lingkungan masyarakat. Menurutnya, persoalan kecil harus segera diselesaikan melalui komunikasi dan musyawarah agar tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar.

“Masalah kecil harus segera diperhatikan dan diselesaikan bersama. Mari kita jaga kondusivitas daerah agar masyarakat dapat hidup dengan damai dan sejahtera,” tambahnya.

Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forkopimda, Ketua Baznas, Ketua LATS, kepala perangkat daerah, serta sejumlah tokoh masyarakat dan peserta dari berbagai unsur pemerintahan.

Ketua Bale Mediasi Kabupaten Sumbawa, Rimas Intan Katari, menjelaskan bahwa Bale Mediasi hadir sebagai wadah penyelesaian sengketa di luar pengadilan yang mengedepankan prinsip damai, keadilan, dan efisiensi.

Menurutnya, pendekatan berbasis kearifan lokal menjadi kekuatan utama Bale Mediasi dalam menghadirkan solusi yang dapat diterima semua pihak.

“Bale Mediasi menjadi instrumen penting dalam menciptakan penyelesaian sengketa yang lebih bijaksana, humanis, dan berorientasi pada perdamaian,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Muhammad Yudi, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan sosialisasi perdana sejak pengurus Bale Mediasi dilantik oleh Wakil Bupati Sumbawa pada 31 Oktober 2025.

Ia mengatakan, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pemahaman aparatur pemerintah dan masyarakat terhadap fungsi Bale Mediasi sebagai sarana penyelesaian sengketa non litigasi.

Adapun narasumber yang hadir dalam kegiatan itu yakni Endra Syaifuddin dan Syukri Rahmat.

Melalui penguatan Bale Mediasi, Pemerintah Kabupaten Sumbawa berharap stabilitas sosial, kepastian hukum, dan kondusivitas daerah dapat terus terjaga dalam mewujudkan Sumbawa yang damai, unggul, maju, dan sejahtera.

Reporter: Saka-1

Editor: Redaksi SakaNTB.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *