Sumbawa Besar, SakaNTB.com| 21 Mei 2026– Di tengah persoalan kesejahteraan tenaga pendidik yang masih menjadi tantangan di berbagai daerah, para guru di Yayasan Roudhatus Sholihin memilih untuk tidak menyerah pada keadaan. Melalui program budidaya ikan lele sistem bioflok, mereka mulai membangun sumber penghasilan tambahan sekaligus menanamkan semangat kewirausahaan kepada para siswa.
Program tersebut lahir dari kepedulian pihak yayasan terhadap kondisi insentif guru yang dinilai masih terbatas. Dari kegelisahan itu, muncul gagasan membangun usaha produktif berbasis perikanan yang dapat dikelola bersama oleh guru dan siswa.
Ketua Kelompok Bioflok Yayasan Roudhatus Sholihin, Wiwi Intan Sartika, mengatakan budidaya bioflok tidak hanya difokuskan pada aspek ekonomi, tetapi juga sebagai media pembelajaran praktik usaha bagi pelajar.
“Program bioflok ini berawal dari keprihatinan pembina yayasan terhadap kesejahteraan guru yang masih minim. Harapannya, usaha ini bisa membantu menambah pendapatan guru sekaligus menjadi sarana pembelajaran entrepreneur bagi siswa,” ujar Wiwi, Kamis (21/5/2026).
Menurutnya, pengembangan usaha bioflok tersebut mendapat dukungan dari anggota DPR RI, Johan Rosihan. Bantuan yang diberikan mencakup pembangunan kolam bioflok serta kebutuhan budidaya hingga masa panen perdana.
“Bantuan yang diberikan meliputi bibit lele, pakan, obat-obatan, hingga pendampingan selama tiga bulan pertama atau sampai panen pertama,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Yayasan Roudhatus Sholihin yang menaungi SMP IT dan SMK Farmasi, Drs. H. Umar Hasan, menuturkan bahwa program tersebut merupakan bentuk ikhtiar yayasan dalam mencari solusi atas keterbatasan kesejahteraan tenaga pendidik.
“Ide bioflok ini muncul karena insentif guru masih kecil. Kami harus mencari cara agar guru-guru tetap bertahan dan memiliki tambahan penghasilan. Semoga program ini menjadi inovasi yang memberi manfaat nyata bagi para guru,” katanya.
Program bioflok mendapat sambutan positif dari para guru maupun siswa. Selain diharapkan mampu meningkatkan pendapatan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana pendidikan praktis yang mengenalkan pelajar pada dunia usaha sejak dini.
Melalui keterlibatan langsung dalam proses budidaya, siswa belajar mengenai pengelolaan usaha, kerja sama tim, hingga tanggung jawab dalam menjalankan kegiatan produktif. Pihak yayasan berharap program ini dapat berkembang dan menjadi contoh pemberdayaan ekonomi berbasis pendidikan di lingkungan sekolah.
Dengan semangat gotong royong dan dukungan berbagai pihak, kolam bioflok di Yayasan Roudhatus Sholihin kini tidak hanya menjadi tempat budidaya ikan lele, tetapi juga simbol harapan baru bagi kesejahteraan guru dan lahirnya generasi muda yang mandiri serta berjiwa wirausaha.
Reporter: Saka-3
Editor: Redaksi SakaNTB.com





