SUMBAWA BESAR, SakaNTB.com| 17 Juni 2026– Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., mengajak seluruh masyarakat menjadikan momentum Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah sebagai sarana introspeksi diri, memperkuat persaudaraan, serta membangun optimisme dalam mewujudkan Sumbawa yang lebih maju dan sejahtera.
Ajakan tersebut disampaikan Bupati saat menghadiri peringatan Tahun Baru Islam di Masjid Agung Nurul Huda Sumbawa Besar, Selasa (16/6/2026). Kegiatan itu dihadiri Wakil Bupati Sumbawa, Sekretaris Daerah, unsur Forkopimda, pimpinan DPRD, kepala OPD, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan jamaah.
Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa makna hijrah tidak hanya dipahami sebagai perpindahan fisik Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah, tetapi juga sebagai keberanian untuk melakukan perubahan menuju kehidupan yang lebih baik.
“Hijrah adalah keberanian untuk berubah. Berani meninggalkan kebiasaan yang kurang baik menuju kehidupan yang lebih baik, mengubah keputusasaan menjadi harapan, dan perbedaan menjadi persaudaraan,” ujarnya.
Menurut Bupati, semangat hijrah harus menjadi milik seluruh elemen masyarakat, mulai dari petani, nelayan, guru, pedagang, tenaga kesehatan, mahasiswa, hingga seluruh warga yang berjuang dalam bidangnya masing-masing.
Pada kesempatan itu, Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada Kafilah Kabupaten Sumbawa yang berhasil meningkatkan prestasi pada Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-31 tingkat Provinsi NTB di Lombok Tengah.
“Alhamdulillah, tahun ini Kabupaten Sumbawa berhasil meraih peringkat keenam dari 10 kabupaten/kota di NTB. Sebelumnya kita berada di peringkat delapan. Ini capaian yang patut kita syukuri,” katanya.
Selain naik dua peringkat, Kabupaten Sumbawa juga berhasil meraih tujuh medali emas. Menurut Bupati, capaian tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan generasi Qurani di daerah terus menunjukkan perkembangan positif.
Dalam suasana syukur menyambut tahun baru Islam, Bupati turut menyampaikan keprihatinan atas sejumlah musibah kebakaran yang terjadi di beberapa wilayah Kabupaten Sumbawa, termasuk di lingkungan RSUD Sumbawa.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Sumbawa, saya menyampaikan duka dan keprihatinan yang mendalam kepada seluruh warga yang terdampak. Semoga diberikan kekuatan, kesabaran, dan ketabahan menghadapi cobaan ini,” ucapnya.
Bupati mengajak masyarakat memperkuat solidaritas sosial dengan saling membantu dan memberikan dukungan kepada warga yang terdampak musibah.
Usai mengikuti peringatan Tahun Baru Islam di Masjid Agung Nurul Huda, Bupati melanjutkan agenda ke Desa Poto, Kecamatan Moyo Hilir, untuk membuka Festival Malala 1 Muharram 1448 Hijriah.
Dalam sambutannya, Bupati menyebut Festival Malala sebagai salah satu warisan budaya khas Sumbawa yang memiliki nilai sejarah, spiritual, dan sosial yang tinggi.
“Tradisi membuat minyak Sumbawa pada malam 1 Muharram merupakan kekayaan budaya yang sangat berharga. Saya bangga karena tradisi ini menjadi identitas khas yang tidak dimiliki daerah lain,” katanya.
Bupati mengapresiasi partisipasi seluruh kecamatan di Kabupaten Sumbawa yang turut meramaikan festival tersebut. Menurutnya, pelestarian budaya lokal harus menjadi tanggung jawab bersama agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
Ia juga mengingatkan pentingnya regenerasi para Sandro atau pelaku tradisi agar ilmu dan pengetahuan yang dimiliki dapat diwariskan kepada generasi muda.
“Saya melihat sebagian besar Sandro kita sudah berusia senior. Jangan sampai pengetahuan dan tradisi ini hilang karena tidak diwariskan kepada generasi berikutnya,” pesannya.
Bupati mengaku selama ini kerap menggunakan minyak khas Sumbawa yang dibuat melalui tradisi Malala dan menilai tradisi tersebut telah menjadi bagian dari kearifan lokal masyarakat yang patut dijaga.
Festival Malala tahun ini juga dirangkaikan dengan Festival Shalawatan dan berbagai pertunjukan budaya daerah sebagai bentuk harmonisasi antara nilai-nilai keagamaan dan pelestarian budaya lokal.
“Saya ingin generasi muda mengenal, mencintai, dan bangga terhadap budaya Sumbawa. Agama dan budaya harus berjalan beriringan, saling menguatkan dalam membangun karakter masyarakat,” tuturnya.
Menutup rangkaian kegiatan, Bupati mengajak seluruh masyarakat menjadikan semangat hijrah sebagai energi untuk terus membangun daerah.
“Mari berhijrah dari budaya saling menyalahkan menuju budaya saling menguatkan, dari pesimis menjadi optimis, dan dari sekadar penonton menjadi pelaku perubahan. Dengan persatuan dan nilai-nilai agama yang kuat, kita wujudkan Sumbawa yang unggul, maju, dan sejahtera,” pungkasnya.
Reporter: Saka-1
Editor: Redaksi SakaNTB.com





