Bupati Sumbawa: Di Tengah Pesatnya Teknologi, PMR Harus Menjadi Penjaga Nilai Kemanusiaan

SUMBAWA, SakaNTB.com| 23 Juni 2026-– Di tengah arus perkembangan teknologi yang semakin cepat, generasi muda dinilai perlu memiliki keseimbangan antara kecakapan digital dan kepedulian sosial. Pesan itu disampaikan Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., saat membuka Kemah Bhakti dan Lomba Palang Merah Remaja (PMR) Ke-III Tingkat Madya dan Wira se-Kabupaten Sumbawa Tahun 2026.

Kegiatan yang berlangsung pada 22–28 Juni 2026 tersebut dibuka di Lapangan Rencana Pondok Pesantren Al-Hakim Yayasan Muhammad Nur Jamal, Desa Kelungkung, Kecamatan Batulanteh, Senin (22/6). Sebanyak 252 peserta dari jenjang SMP/MTs dan SMA/SMK mengikuti kegiatan yang diselenggarakan oleh PMI Kabupaten Sumbawa itu.

Bacaan Lainnya

Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa Kemah Bhakti dan Lomba PMR bukan hanya ajang kompetisi keterampilan, melainkan juga ruang pembentukan karakter bagi generasi muda.

“Melalui PMR, para pelajar belajar tentang kerja sama, disiplin, menghargai perbedaan, serta menumbuhkan kepedulian sosial. Nilai-nilai ini sangat penting dalam membangun generasi yang berkarakter dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Menurut Bupati, kemajuan teknologi yang membawa banyak kemudahan juga harus diimbangi dengan penguatan nilai-nilai kemanusiaan. Ia menilai PMR memiliki peran strategis dalam menanamkan empati dan semangat kepedulian di kalangan pelajar.

“Teknologi terus berkembang, tetapi rasa empati dan kepedulian tidak boleh luntur. Nilai-nilai kemanusiaan yang diajarkan dalam PMR akan menjadi bekal penting bagi generasi muda untuk menghadapi berbagai tantangan sosial di masa depan,” katanya.

Bupati juga mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan generasi muda menghadapi berbagai potensi bencana yang kerap terjadi di Kabupaten Sumbawa, seperti kekeringan, banjir, maupun kebakaran lahan.

“Kita membutuhkan generasi yang tangguh, terampil, dan memiliki jiwa kemanusiaan yang kuat sehingga mampu hadir membantu masyarakat saat terjadi keadaan darurat,” tegasnya.

Kepada seluruh peserta, Bupati berpesan agar memanfaatkan kegiatan tersebut sebagai sarana belajar dan memperluas wawasan, bukan semata-mata untuk mengejar prestasi lomba.

“Jadikan momentum ini untuk menambah pengalaman, mempererat persahabatan, serta memperkuat nilai-nilai kemanusiaan yang akan menjadi modal penting dalam kehidupan bermasyarakat,” pesannya.

Pada kesempatan itu, Bupati turut menyampaikan apresiasi kepada PMI Kabupaten Sumbawa, para pembina, guru, relawan, dan panitia yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan tersebut.

Ia menilai pembinaan generasi muda yang peduli terhadap kesehatan, kebencanaan, dan kemanusiaan memerlukan sinergi serta dukungan dari berbagai pihak.

Kegiatan Kemah Bhakti dan Lomba PMR Ke-III Tahun 2026 diikuti oleh 252 peserta PMR Madya dan Wira dari tujuh SMP/MTs dan sembilan SMA/SMK se-Kabupaten Sumbawa, didampingi 16 pembina dan pelatih. Pembukaan kegiatan turut dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, kepala perangkat daerah, Camat Batulanteh, Komisioner KPU Sumbawa, jajaran PMI Kabupaten Sumbawa, Kepala Desa Kelungkung, kepala sekolah, serta para pembina PMR.

Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir generasi muda Sumbawa yang tidak hanya unggul dalam pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga memiliki kepedulian sosial serta semangat kemanusiaan yang kuat untuk mengabdi kepada masyarakat.

Reporter: Saka-1

Editor: Redaksi SakaNTB.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *