Sat Reskrim Polres Sumbawa Perkuat Edukasi Pencegahan Kekerasan Seksual Anak di Batu Lanteh

Sumbawa Besar, SakaNTB.com| 21 Juli 2026– Upaya pencegahan kekerasan seksual terhadap anak terus diperkuat oleh Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Sumbawa. Melalui Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA), kepolisian mengajak masyarakat, khususnya para orang tua, untuk membangun lingkungan yang aman bagi anak melalui pengawasan keluarga, komunikasi yang terbuka, serta keberanian melaporkan setiap dugaan tindak kekerasan.

Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan Reses dan Diskusi Publik bertajuk “Stop Kekerasan Seksual Anak” yang berlangsung di Vila Cinta, Desa Kelungkung, Kecamatan Batu Lanteh, Senin (20/7/2026). Kegiatan yang diinisiasi Anggota DPRD Kabupaten Sumbawa, Andi Rusni, S.E., M.M., itu diikuti sekitar 50 peserta yang mayoritas merupakan ibu-ibu Majelis Taklim Desa Kelungkung.

Bacaan Lainnya

Diskusi menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai bidang, yakni Ps. Kanit IV PPA-PPO Sat Reskrim Polres Sumbawa Arifin Setioko, S.Sos., Psikolog Klinis RSUD Kabupaten Sumbawa Ilmiyati Zain, S.Psi., serta perwakilan Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kabupaten Sumbawa, Fathilatul Rahma, S.Pd.

Mewakili Kapolres Sumbawa AKBP Marieta Dwi Ardhini, S.H., S.I.K., Arifin Setioko menegaskan bahwa keluarga merupakan benteng pertama dalam melindungi anak dari berbagai bentuk kekerasan.

“Pengawasan yang dimulai dari keluarga dan komunikasi yang baik antara orang tua dan anak menjadi kunci utama dalam upaya pencegahan kekerasan terhadap anak,” ujar Arifin.

Selain memberikan edukasi mengenai pencegahan, pihak kepolisian juga menyosialisasikan mekanisme penanganan dan penegakan hukum terhadap kasus kekerasan terhadap anak. Masyarakat diimbau untuk tidak ragu melaporkan kepada aparat apabila mengetahui atau mencurigai adanya tindak kekerasan di lingkungan sekitar agar penanganan dapat dilakukan sejak dini.

Dari perspektif psikologis, Psikolog Klinis RSUD Kabupaten Sumbawa memberikan pemahaman kepada peserta mengenai tanda-tanda perubahan perilaku yang dapat muncul pada anak yang menjadi korban kekerasan. Sementara itu, LPA Kabupaten Sumbawa menekankan pentingnya peran keluarga dan masyarakat dalam memberikan perlindungan serta pendampingan terhadap anak.

Diskusi berlangsung interaktif. Para peserta aktif mengajukan pertanyaan seputar langkah-langkah pencegahan, pola pengasuhan yang sehat, hingga penanganan awal apabila anak diduga mengalami kekerasan seksual.

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 13.30 hingga 18.00 WITA tersebut berjalan aman, tertib, dan lancar. Melalui forum edukasi ini, diharapkan kesadaran masyarakat di Kecamatan Batu Lanteh terhadap pentingnya perlindungan anak semakin meningkat, sehingga tercipta lingkungan yang lebih aman, responsif, dan berpihak pada kepentingan terbaik bagi anak.

Reporter: Saka-1

Editor: Redaksi SakaNTB.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *