RSUD Sumbawa Perkuat Layanan Stroke dan Uronefrologi melalui Visitasi Rumah Sakit Pengampu

SUMBAWA BESAR, SakaNTB.com| 4 September 2026— RSUD Sumbawa menjalani visitasi pengampuan pelayanan kesehatan prioritas dari tim rumah sakit pengampu untuk memperkuat kesiapan layanan stroke dan uronefrologi. Kegiatan tersebut berlangsung pada 3–5 September 2026 sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas pelayanan rujukan di Kabupaten Sumbawa.

Visitasi diawali dengan penyambutan tim pengampu oleh Direktur RSUD Sumbawa bersama jajaran manajemen dan tenaga kesehatan. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan peninjauan fasilitas dan unit pelayanan melalui hospital tour.

Bacaan Lainnya

Dalam kunjungan tersebut, tim pengampu menilai kesiapan RSUD Sumbawa dalam mengembangkan layanan stroke dan uronefrologi. Evaluasi mencakup sejumlah aspek, antara lain sarana dan prasarana, sumber daya manusia, sistem pelayanan, serta kebutuhan pengembangan layanan.

Setelah peninjauan lapangan, tim pengampu bersama manajemen dan tenaga kesehatan RSUD Sumbawa melakukan diskusi dan evaluasi. Pembahasan diarahkan pada kondisi pelayanan saat ini serta langkah yang diperlukan untuk meningkatkan kesiapan rumah sakit dalam memberikan pelayanan kesehatan prioritas.

Hasil visitasi dan diskusi selanjutnya menjadi bahan penyusunan rekomendasi bagi RSUD Sumbawa. Rekomendasi tersebut diharapkan dapat menjadi acuan dalam melakukan pembenahan dan pengembangan layanan secara terarah dan berkelanjutan.

Program pengampuan rumah sakit merupakan bagian dari penguatan jejaring pelayanan kesehatan yang dikembangkan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Melalui skema tersebut, rumah sakit pengampu memberikan pendampingan kepada rumah sakit jejaring untuk meningkatkan kapasitas dan mutu pelayanan sesuai kebutuhan masing-masing daerah.

Dalam pelaksanaan visitasi di RSUD Sumbawa, tim yang terlibat berasal dari RSUP Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah, Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat, Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa, RSUD Provinsi NTB, serta jajaran manajemen dan tenaga kesehatan RSUD Sumbawa.

Penguatan layanan stroke menjadi salah satu fokus penting karena membutuhkan kemampuan rumah sakit dalam memberikan penanganan secara cepat dan tepat. Sementara layanan uronefrologi diarahkan untuk meningkatkan kemampuan pelayanan bagi pasien dengan gangguan ginjal dan saluran kemih.

Bagi RSUD Sumbawa, pendampingan melalui program pengampuan tidak hanya berkaitan dengan evaluasi fasilitas dan sistem pelayanan. Kegiatan tersebut juga membuka ruang bagi peningkatan kompetensi tenaga kesehatan melalui proses pendampingan dan transfer pengetahuan dari rumah sakit pengampu.

Manajemen RSUD Sumbawa menyambut positif pelaksanaan visitasi tersebut. Penguatan kapasitas melalui pendampingan diharapkan dapat mendukung peningkatan mutu pelayanan sekaligus memperkuat peran RSUD Sumbawa sebagai fasilitas pelayanan kesehatan rujukan bagi masyarakat Kabupaten Sumbawa dan wilayah sekitarnya.

Rangkaian pengampuan di wilayah Pulau Sumbawa pada periode tersebut juga mencakup RSUD Asy-Syifa Sumbawa Barat. Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan jejaring pelayanan kesehatan prioritas di Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Melalui proses evaluasi, pendampingan, dan tindak lanjut rekomendasi, RSUD Sumbawa terus mendorong pembenahan pelayanan dari sisi sumber daya manusia, sarana dan prasarana, serta tata kelola. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesiapan rumah sakit dalam memberikan pelayanan rujukan yang aman, bermutu, dan sesuai kebutuhan masyarakat.

Reporter: Saka-1

Editor: Redaksi SakaNTB.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *