Inisiatif Kapolda NTB Mulai Berbuah: Koperasi IPR Lantung Siap Bagikan SHU Rp 2,8 Juta per Anggota
MATARAM, SakaNTB.com| 7 November 2025— Upaya Kapolda NTB Irjen Pol Hadi Gunawan dalam mendorong kesejahteraan masyarakat melalui legalisasi pertambangan rakyat (IPR) mulai menunjukkan hasil nyata. Untuk pertama kalinya, panen raya emas bakal digelar di Kabupaten Sumbawa pada 17 November 2025.
Panen perdana IPR Koperasi Selonong Bukit Lestari Lantung itu rencananya akan dihadiri sejumlah pejabat nasional, yakni Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Menteri Koperasi dan UKM Ferry Juliantono, serta Kepala Badan Pengendalian Kemiskinan (BP-Taskin) Budiman Sujatmiko.
“Insya Allah, jika tidak ada aral melintang, Kapolri, Menkop Ferry Juliantono, dan Kepala BP-Taskin Mas Budiman akan hadir langsung pada panen raya emas di Kabupaten Sumbawa,” ujar Kapolda NTB Irjen Pol Hadi Gunawan, Jumat (7/11).
2.268 Anggota Koperasi Terima SHU
Menurut Kapolda, panen raya ini tidak hanya menjadi seremoni, tetapi juga momentum penting bagi para penambang rakyat. Sebanyak 2.268 anggota koperasi akan menerima pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU) sebesar Rp 2,8 juta per orang, yang akan diserahkan langsung oleh Menkop dan Kepala BP-Taskin, dengan Kapolri sebagai saksi.
Hadi menegaskan bahwa sejak awal IPR digagas untuk menciptakan praktik pertambangan yang legal, bersih, dan berpihak pada masyarakat lokal, sekaligus memastikan aktivitas ekonomi tetap berada dalam koridor hukum.
“Koperasi bukan hanya badan usaha, tetapi gerakan sosial yang menjunjung nilai gotong royong dan kekeluargaan. IPR ini menjadi harapan baru masyarakat NTB untuk menekan angka kemiskinan,” terangnya.
Kontribusi Nyata bagi Penurunan Kemiskinan
Ia menyebut, panen raya emas ini menjadi bukti bahwa legalisasi tambang rakyat dapat memberikan dampak cepat bagi peningkatan ekonomi warga. Bahkan, informasi dari lapangan menunjukkan adanya penurunan jumlah penduduk miskin di wilayah sekitar IPR Lantung.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) NTB mencatat, hingga Maret 2025, jumlah penduduk miskin sebanyak 654.570 orang. Jumlah itu turun 0,13 persen poin dibandingkan September 2024, dan turun 1,13 persen poin dibandingkan Maret 2024.
“Dengan pengelolaan tambang rakyat secara legal melalui koperasi, kami yakin hal ini menjadi salah satu kunci mengatasi kemiskinan di NTB,” tegas Kapolda.
Koperasi Tambang Jadi Penopang Ekonomi Baru
Kapolda juga menuturkan bahwa keberhasilan Koperasi Lantung menjadi bukti bahwa sektor koperasi tetap relevan sebagai penyangga ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.
“Alhamdulillah, kesejahteraan yang mulai dirasakan anggota koperasi Lantung ini akan kami dorong menyebar ke seluruh wilayah NTB,” ujarnya.
Panen raya emas di Sumbawa ini menjadi capaian penting, sekaligus menandai era baru pengelolaan pertambangan rakyat berbasis koperasi yang lebih tertib, berkelanjutan, dan menyejahterakan masyarakat.
Reporter: Saka-1
Editor: Redaksi SakaNTB.com





