Sumbawa Besar, SakaNTB.com| 28 Desember 2025— Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Kabupaten Sumbawa menegaskan komitmennya untuk melakukan pembenahan menyeluruh melalui Rapat Kerja (Raker) yang digelar Sabtu, 27 Desember 2025, di Kaloka Hotel. Forum strategis ini menjadi penanda arah baru pengelolaan sepak bola daerah yang lebih terukur, realistis, dan berorientasi pada hasil.
Dewan Kehormatan PSSI Kabupaten Sumbawa, H. Varian Bintoro, S.Sos., M.Si., menekankan bahwa raker bukan sekadar agenda rutin, melainkan pijakan penting membangun organisasi yang tertata dan berkelanjutan. Ia mengingatkan agar seluruh program kerja disusun berdasarkan kemampuan riil organisasi.
“Rapat kerja ini harus menjadi acuan PSSI Sumbawa ke depan. Program tidak perlu muluk-muluk, tetapi harus jelas ukurannya dan bisa dilaksanakan,” ujarnya.
Ketua PSSI Kabupaten Sumbawa, H. Jati Siswanto, menyebut raker sebagai momentum konsolidasi internal sekaligus penguatan soliditas pengurus. Menurutnya, kemajuan sepak bola daerah hanya bisa dicapai melalui kerja kolektif dan sinergi.
“Saya tidak bisa membangun PSSI Sumbawa sendiri. Kita membutuhkan tim yang solid dan kompak agar sepak bola Sumbawa bisa maju dan terus berkembang,” kata Jati Siswanto.
Dalam raker tersebut, PSSI Sumbawa menegaskan pentingnya transformasi tata kelola organisasi. Fokus diarahkan pada penerapan manajemen yang transparan dan akuntabel, termasuk pembenahan administrasi klub anggota berbasis digital. Langkah ini dinilai krusial untuk mempermudah pengawasan, pendataan, dan pembinaan.
“Administrasi klub harus tertata rapi dan terdigitalisasi agar pembinaan berjalan lebih efektif,” paparnya.
Selain aspek tata kelola, raker juga menaruh perhatian besar pada pembinaan usia dini. PSSI Sumbawa berkomitmen menghidupkan kembali kompetisi kelompok umur secara rutin, mendorong standarisasi Sekolah Sepak Bola (SSB), serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia, baik pelatih maupun wasit.
Dalam pemaparannya, Ketua PSSI Sumbawa menekankan tiga indikator utama yang menjadi fokus kerja ke depan. Pertama, pembangunan database terintegrasi yang mencakup pemain, pelatih, dan klub anggota.
“Seluruh elemen sepak bola harus terdaftar dalam sistem yang valid dan terintegrasi,” tegasnya.
Kedua, penyelenggaraan kompetisi yang konsisten dan berkelanjutan. Ia menegaskan bahwa ke depan tidak boleh ada kompetisi yang digelar tanpa payung resmi PSSI tingkat kabupaten.
“Kompetisi harus terjadwal dan berkesinambungan agar pembinaan tidak terputus,” katanya.
Ketiga, penetapan target prestasi yang jelas. PSSI Sumbawa menargetkan pembentukan tim yang tangguh dan profesional untuk menghadapi agenda kompetisi, seperti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) dan Piala Soeratin.
“Kita harus menyiapkan tim yang benar-benar siap bersaing,” ujarnya.
Rapat kerja ini diharapkan menjadi titik awal pembenahan dan konsolidasi menyeluruh PSSI Kabupaten Sumbawa. Dengan program yang terukur, manajemen modern, dan pembinaan berkelanjutan, PSSI Sumbawa optimistis kebangkitan prestasi sepak bola daerah dapat terwujud dalam beberapa tahun ke depan.
Reporter: (Saka-4)
Editor: (Redaksi SakaNTB.com)





