Sumbawa Besar, SakaNTB.com| 4 Desember 2026— Kabupaten Sumbawa kembali mencatatkan namanya dalam peta pembangunan nasional. Daerah ini resmi menjadi bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) Integrated Poultry Industry atau industri unggas terintegrasi, dengan nilai investasi mencapai triliunan rupiah.
Sebagai bentuk kesiapan daerah, Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP, didampingi Sekretaris Daerah, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, serta sejumlah kepala perangkat daerah, meninjau langsung lokasi rencana ground breaking proyek tersebut di kawasan Balai Pembibitan dan Hijauan Makanan Ternak (BPHMT) Serading, Sabtu (3/1/2026). Lokasi yang disiapkan memiliki luas sekitar 10 hektare.
Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan teknis dan administratif menjelang pelaksanaan proyek yang menjadi bagian dari program nasional pengembangan industri unggas terintegrasi. Secara nasional, proyek ini hanya dikembangkan di lima provinsi, yakni Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, Jawa Timur, Lampung, dan Nusa Tenggara Barat (NTB).
Proyek Integrated Poultry Industry direncanakan akan dilaunching dan dilakukan ground breaking secara serentak oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam waktu dekat.
Khusus di Provinsi NTB, pengembangan industri unggas terintegrasi ini akan dibangun sebanyak 16 unit dengan total nilai investasi mencapai Rp1,37 triliun. Dari jumlah tersebut, empat unit berada di Kabupaten Sumbawa, menjadikannya salah satu daerah dengan kontribusi terbesar dalam proyek strategis ini. Salah satu unit utama akan dibangun di kawasan BPHMT Serading.
Bupati Sumbawa menegaskan bahwa kehadiran proyek ini memiliki arti strategis bagi daerah, tidak hanya sebagai simbol kepercayaan pemerintah pusat, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi baru di sektor peternakan dan pangan.
“Proyek ini menjadi momentum penting bagi Kabupaten Sumbawa. Selain memperkuat ketahanan pangan nasional, kehadirannya juga membuka peluang besar bagi peningkatan nilai tambah sektor peternakan serta penciptaan lapangan kerja bagi masyarakat lokal,” ujar Bupati Jarot di sela-sela peninjauan.
Dengan konsep industri terintegrasi dari hulu hingga hilir, proyek ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi produksi, menjaga stabilitas pasokan, serta memperkuat daya saing industri unggas nasional, khususnya di kawasan Indonesia Timur.
Pemerintah Kabupaten Sumbawa menyatakan komitmen penuh untuk mendukung kelancaran pelaksanaan proyek, mulai dari percepatan perizinan, kesiapan lahan, hingga koordinasi lintas perangkat daerah.
Masuknya Kabupaten Sumbawa dalam Proyek Strategis Nasional Integrated Poultry Industry ini diharapkan semakin mengukuhkan posisi Sumbawa sebagai salah satu pusat pengembangan peternakan unggas terintegrasi di Indonesia, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.
Reporter: (Saka-1)
Editor: (Redaksi SakaNTB.com)





