Bupati Sumbawa Tegaskan Pembangunan Berbasis SDM, Ekonomi Berkelanjutan, dan Ketahanan Daerah pada HUT ke-67

Sumbawa Besar, SakaNTB.com| 22 Januari 2026– Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP, menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Sumbawa untuk membangun daerah secara bertahap, berkelanjutan, dan berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Hal tersebut disampaikan dalam upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-67 Kabupaten Sumbawa, Kamis (22 Januari 2026), di Halaman Kantor Bupati Sumbawa.

Dalam sambutannya, Bupati Jarot menyampaikan bahwa tahun pertama masa kepemimpinannya difokuskan pada penguatan komunikasi dan konsolidasi sebagai fondasi awal pemerintahan. Menurutnya, pembangunan daerah tidak semata soal infrastruktur, tetapi terutama tentang manusia.

Bacaan Lainnya

“Investasi paling strategis adalah pembangunan sumber daya manusia. Daya saing daerah ke depan tidak hanya ditentukan oleh sumber daya alam, tetapi oleh kualitas manusianya,” ujarnya.

Fokus SDM dan Ekonomi Rakyat

Bupati Jarot menjelaskan, Pemkab Sumbawa telah menjalankan berbagai program peningkatan SDM, di antaranya program makanan bergizi gratis, serta beasiswa pendidikan kedokteran dan farmasi melalui kerja sama dengan Universitas Mataram. Program tersebut ditujukan untuk menyiapkan tenaga profesional yang mampu bersaing hingga ke tingkat nasional dan internasional.

Di sektor ekonomi, Kabupaten Sumbawa mencatat pertumbuhan ekonomi yang positif dengan inflasi yang terkendali. Pemerintah daerah juga mendorong inovasi pembiayaan bagi petani dan UMKM, termasuk melalui program nasional Koperasi Merah Putih yang mulai berjalan di desa dan kelurahan.

Infrastruktur dan Kawasan Strategis

Dalam bidang infrastruktur, Pemkab Sumbawa menangani langsung pengembangan dua kawasan strategis, yakni Pulau Bungin dan Labuhan Sumbawa, sementara satu lokasi lain masih dalam proses pengusulan. Dua kawasan tambahan telah disiapkan sebagai daftar tunggu pembangunan.

Bupati juga menyampaikan bahwa program irigasi strategis telah memasuki tahap persiapan teknis, termasuk penyusunan masterplan dan identifikasi lahan untuk industri garam. Selain itu, Kabupaten Sumbawa ditetapkan sebagai salah satu wilayah penting pengembangan budidaya terintegrasi nasional, dengan empat unit pengembangan di Sumbawa dari total 16 unit di NTB, dan total anggaran diperkirakan mencapai Rp1,37 triliun. Groundbreaking dijadwalkan pada 29 Januari 2026.

Peran Pertahanan dan Jalan Daerah

Kabupaten Sumbawa juga dipercaya mengambil peran strategis dalam sistem pertahanan nasional. Pembangunan Batalyon Infanteri Teritorial telah mencapai 95 persen, sementara usulan pembentukan Batalyon Marinir terus didorong. Pemerintah daerah telah menyiapkan lahan seluas 20 hektare di wilayah Samota dan 35 hektare di Kecamatan Plampang.

Untuk konektivitas, kondisi jalan mantap di Kabupaten Sumbawa meningkat dari 48,41 persen pada 2024 menjadi 50,12 persen. Melalui dukungan Inpres Jalan Daerah, pembangunan jalan sepanjang 8,1 kilometer dengan anggaran sekitar Rp9,1 miliar telah berjalan dan akan dilanjutkan ke tahap berikutnya, termasuk membuka akses wilayah terpencil seperti Kecamatan Orong Telu.

Pertanian, Lingkungan, dan Ekonomi Biru

Bupati Jarot juga menyampaikan capaian sektor pertanian, di mana hasil panen padi dan jagung tahun 2025 meningkat signifikan, menunjukkan daya saing produk pertanian Sumbawa di pasar internasional.

Namun demikian, ia menekankan bahwa pembangunan harus tetap menjaga kelestarian lingkungan. Pemkab Sumbawa telah membentuk Satuan Pengamanan Hutan, menjalankan program penghijauan bernilai ekonomi, serta gerakan “Satu ASN, Satu Siswa, Satu Pohon” sebagai bagian dari target penanaman jangka panjang.

Di sektor kelautan, konsep ekonomi biru terus dikembangkan, khususnya di kawasan pesisir Samota, yang diproyeksikan menjadi destinasi unggulan seperti Mandalika, Labuan Bajo, dan Raja Ampat.

UMKM, Keagamaan, dan Prestasi Daerah

Sebagai penggerak ekonomi rakyat, UMKM terus diperkuat melalui program Balai UMKM dan pemanfaatan ruang publik untuk aktivitas ekonomi. Saat ini, lebih dari 400 UMKM telah terlibat, dan ratusan lainnya dalam proses pembinaan.

Di bidang keagamaan, Pemkab Sumbawa menggalakkan gerakan salat subuh berjamaah, sedekah, zakat, serta program publikasi Al-Qur’an yang dimulai dari Pendopo Bupati.

Pada tingkat provinsi, Kabupaten Sumbawa juga mencatat prestasi dengan meningkatkan peringkat Indeks Daya Saing Daerah, dari sebelumnya 10 besar menjadi 4 besar di NTB.

Ajakan Kebersamaan

Menutup sambutannya, Bupati Jarot menegaskan bahwa 67 tahun Kabupaten Sumbawa adalah perjalanan kolektif, bukan hasil kerja satu orang atau satu kelompok.

“Daerah ini dibangun oleh kebersamaan, komitmen, dan keberlanjutan lintas generasi. Mari kita rawat Sumbawa dengan kerja nyata dan keberpihakan kepada rakyat,” pungkasnya.

Reporter: (Saka-1)

Editor: (Redaksi SakaNTB.com)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *