Sumbawa Besar, SakaNTB.com| 28 Januari 2026— Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP, secara resmi membuka Seminar Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional 2026 yang mengusung tema “Membangun Ekosistem Pengelolaan K3 Nasional yang Profesional, Andal, dan Kolaboratif”. Kegiatan ini berlangsung di Aula Madilaoe ADT Lantai III Kantor Bupati Sumbawa, Selasa (27/1/2026).
Seminar tersebut dihadiri oleh Asisten Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa, Staf Ahli Bupati, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta perwakilan instansi vertikal, dunia usaha, praktisi K3, dan berbagai pemangku kepentingan ketenagakerjaan.
Dalam sambutannya, Bupati Syarafuddin Jarot menegaskan bahwa penerapan keselamatan dan kesehatan kerja tidak boleh dipandang sekadar sebagai kewajiban administratif, melainkan sebagai kebutuhan fundamental dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan produktif.
“K3 merupakan investasi jangka panjang. Lingkungan kerja yang aman dan sehat akan berdampak langsung pada peningkatan produktivitas dan kesejahteraan tenaga kerja,” tegas Bupati.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi yang kuat antara pemerintah, dunia usaha, dan tenaga kerja dalam membangun sistem pengelolaan K3 yang profesional, andal, dan berkelanjutan, sejalan dengan tantangan dunia kerja yang semakin kompleks.
Sementara itu, laporan kegiatan sekaligus sambutan disampaikan oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Nusa Tenggara Barat yang diwakili Kepala Balai Pengawasan Ketenagakerjaan dan K3 (BPK dan K3) Pulau Sumbawa, Zulkifli Kurniawan, ST., MT. Ia menegaskan bahwa peringatan Bulan K3 Nasional bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan momentum refleksi dan penguatan komitmen nasional dalam melindungi tenaga kerja Indonesia.
Zulkifli mengungkapkan, Indonesia saat ini memiliki sekitar 146,54 juta tenaga kerja yang tersebar di berbagai sektor dengan tingkat risiko kerja yang beragam, mulai dari industri, konstruksi, pertambangan, transportasi, perkebunan, sektor jasa, hingga ekonomi digital. Kondisi tersebut menjadikan K3 sebagai fondasi utama dalam setiap aktivitas ketenagakerjaan.
Melalui pelaksanaan Seminar Bulan K3 Nasional ini, diharapkan tumbuh kesadaran dan kepedulian seluruh pemangku kepentingan terhadap pentingnya penerapan K3 di tempat kerja, penguatan peran K3 sebagai sistem perlindungan tenaga kerja dan penopang produktivitas nasional, pemanfaatan teknologi informasi dalam pengelolaan K3, serta meningkatnya partisipasi aktif perusahaan, pekerja, asosiasi pengusaha, serikat pekerja, lembaga pendidikan, media, dan masyarakat.
Seminar ini diikuti oleh perwakilan instansi pemerintah, perusahaan, dan praktisi K3 sebagai wujud sinergi dalam mewujudkan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan berdaya saing, khususnya di Kabupaten Sumbawa.
Reporter: Saka-1
Editor: Redaksi SakaNTB.com





