Sumbawa Besar, SakaNTB.com| Minggu, 8 Februari 2026 — Teguran terhadap seorang pemuda yang diduga mengendarai sepeda motor dengan kecepatan tinggi berujung cekcok dan dugaan tindak penganiayaan di salah satu permukiman warga di Kelurahan Brang Biji pada Minggu (08/02/2026).
Peristiwa bermula ketika seorang pemuda berinisial J (Jemy) melintas di depan rumah seorang warga berinisial H dengan sepeda motor dan diduga dalam kecepatan tinggi. Merasa hampir terserempet, H menegur J agar berkendara lebih pelan.
Kapolres Sumbawa, AKBP Marieta Dwi Ardhini, SH, SIK melalui Kasi Humas, IPDA Mulyawansyah, SH menjelaskan, dari keterangan yang dihimpun di lokasi kejadian, J sempat menghentikan kendaraannya dan menoleh ke arah H, namun kemudian melanjutkan perjalanan menuju rumahnya yang berada tidak jauh dari lokasi.
Merasa tidak mendapat respons yang baik, H kemudian meminta bantuan seorang warga lain yang kebetulan melintas untuk mengantarkannya ke rumah J guna menyampaikan keberatan secara langsung kepada orang tua J.
Setibanya di halaman rumah J, H menyampaikan kepada ayah J, berinisial R, agar anaknya diberikan nasihat terkait cara berkendara. Namun situasi memanas ketika H menghampiri J dan diduga melakukan penamparan.
Ayah J yang berada di lokasi mempertanyakan tindakan tersebut. Adu mulut pun terjadi antara R dan H. Ketegangan meningkat hingga terjadi kontak fisik di antara keduanya. Berdasarkan keterangan sejumlah warga, sempat terjadi aksi saling dorong dan cekcok fisik sebelum akhirnya warga sekitar melerai.
Dalam insiden tersebut, H dilaporkan mengalami luka pada bagian lengan akibat gigitan. Sementara itu, situasi berhasil dikendalikan setelah beberapa warga turun tangan memisahkan kedua pihak.
H kemudian diantar pulang ke rumahnya oleh warga. Hingga berita ini diturunkan, pihak berwajib telah melakukan olah TKP dan mengumpul data-data serta keterangan dari beberapa warga .
“Kedua belah pihak telah ditahan karena masing-masing pihak melaporkan kasus ini ke polisi terkait kasus dugaan penganiayaan,” ujar Mulyawansyah.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya menyelesaikan persoalan secara bijak dan mengedepankan komunikasi yang baik untuk menghindari konflik yang dapat berujung pada tindakan kekerasan.
Reporter: Saka-1
Editor: Redaksi SakaNTB.com





