Sumbawa Besar, SakaNTB.com| 28 Februari 2026— Warga Dusun Sebotok, Desa Sebotok, Kecamatan Labuhan Badas, Pulau Moyo, digemparkan oleh penemuan jasad seorang anak laki-laki di pesisir Pantai Kampung Bada, Jumat (27/2/2026) sekitar pukul 14.00 WITA. Setelah dilakukan identifikasi awal, korban dipastikan merupakan anak yang sebelumnya dilaporkan hanyut di wilayah Kabupaten Lombok Timur.
Kapolres Sumbawa AKBP Marieta Dwi Ardhini melalui Kapolsek Labuhan Badas Iptu Eko Riyono membenarkan penemuan tersebut. Korban diketahui bernama M. Azril Filah Busairi (4), warga Karang Sukun, Kelurahan Selong, Kecamatan Selong, Lombok Timur.
Penemuan bermula saat seorang warga, Abdul Salam (42), melintas di tepi pantai usai menunaikan salat Jumat. Ia melihat sesuatu tersangkut di antara akar bakau. Setelah memastikan dari jarak dekat, saksi mendapati bahwa benda tersebut adalah jasad seorang anak, lalu segera melaporkannya kepada Kepala Dusun Sebotok dan warga setempat.
Warga bersama aparat desa kemudian mengevakuasi korban dengan penuh kehati-hatian. Koordinasi lintas wilayah antara Polsek Labuhan Badas dan Polsek Selong, Polres Lombok Timur, dilakukan untuk memastikan identitas korban. Pengenalan awal dilakukan melalui ciri pakaian yang dikenakan, yang sesuai dengan laporan anak hanyut di drainase depan SDN 1 Selong pada Rabu (25/2/2026).
Pihak kepolisian menyatakan kondisi jenazah menunjukkan korban diduga telah meninggal dunia lebih dari satu hari sebelum ditemukan. Atas pertimbangan kemanusiaan dan kondisi jenazah, warga Desa Sebotok bersama pemerintah desa memutuskan untuk segera memandikan, mengafani, dan memakamkan korban secara layak di TPU H. Alwi Kampung Bada pada Jumat sore.
Sabtu (28/2/2026), Polres Sumbawa bersama Polsek Labuhan Badas dijadwalkan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) lanjutan. Pihak kepolisian juga berencana melakukan autopsi di rumah sakit di Sumbawa guna memastikan penyebab pasti kematian. Koordinasi dengan jajaran kepolisian di Lombok Timur telah dilakukan untuk menyampaikan informasi ini kepada keluarga korban.
Hingga kini, situasi di Desa Sebotok tetap kondusif. Aparat kepolisian mengapresiasi kepedulian dan kesigapan warga Pulau Moyo dalam membantu proses evakuasi dan pemakaman korban.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan terhadap anak-anak, terutama di sekitar saluran air dan wilayah rawan arus saat musim hujan.
Kondisi tetap kondusif. Aparat kepolisian mengapresiasi kepedulian dan kesigapan warga Pulau Moyo dalam membantu proses evakuasi dan pemakaman korban.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan terhadap anak-anak, terutama di sekitar saluran air dan wilayah rawan arus saat musim hujan.
Reporter: Saka-1
Editor: Redaksi SakaNTB.com





