Bupati Sumbawa Sambut Menteri KKP, Kampung Nelayan Merah Putih Pulau Bungin Jadi Model Pemberdayaan Pesisir

Sumbawa, SakaNTB.com| 28 Februari 2025 — Pemerintah Kabupaten Sumbawa menerima kunjungan kerja Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Sakti Wahyu Trenggono, di kawasan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Desa Pulau Bungin, Jumat (27/2). Kunjungan tersebut disambut langsung Bupati Sumbawa, Syarafuddin Jarot, bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah, kepala OPD terkait, serta masyarakat setempat.

Dalam agenda tersebut, Menteri KKP dan Bupati Sumbawa meninjau progres pembangunan KNMP, berdialog dengan nelayan, serta menyerahkan bantuan beras secara simbolis. Pemerintah juga menyalurkan bantuan beras masing-masing 5 kilogram kepada warga di kawasan tersebut sebagai dukungan terhadap ketahanan pangan masyarakat pesisir.

Bacaan Lainnya

Infrastruktur Terintegrasi Hulu–Hilir

Bupati Sumbawa menyampaikan bahwa kehadiran Menteri KKP menjadi momentum penting bagi penguatan sektor kelautan dan perikanan daerah. Ia menilai pembangunan KNMP di Pulau Bungin—yang dikenal sebagai salah satu desa dengan kepadatan tinggi—merupakan langkah strategis dalam mendorong penataan kawasan pesisir secara terintegrasi.

“Program ini memberi manfaat nyata melalui fasilitas yang dibangun. Kami berharap masyarakat bersama koperasi dapat menjaga dan merawat sarana yang ada agar manfaatnya berkelanjutan,” ujar Jarot dalam sambutannya.

Pembangunan KNMP didukung anggaran konstruksi sebesar Rp7,6 miliar dan penguatan sistem rantai dingin senilai Rp5,8 miliar. Investasi tersebut diarahkan untuk meningkatkan kualitas hasil tangkapan, memperpanjang daya simpan, serta memperluas akses pasar nelayan.

Tercatat sedikitnya 20 intervensi pembangunan telah direalisasikan, di antaranya gudang beku dan pabrik es portable, shelter pendaratan ikan, tambatan perahu, balai nelayan, kios perbekalan dan kuliner, fasilitas sanitasi, hingga instalasi pengolahan air limbah (IPAL). Selain infrastruktur fisik, bantuan sarana produksi juga diberikan berupa 10 unit mesin kapal, 700 unit alat tangkap, satu unit mobil berpendingin, serta 50 unit cool box.

Pengelolaan oleh Koperasi, Pemerintah Siap Fasilitasi Pasar

Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono menegaskan bahwa seluruh fasilitas yang dibangun merupakan aset masyarakat yang harus dikelola secara profesional melalui Koperasi Merah Putih setempat.

“Fasilitas ini bertujuan meningkatkan produktivitas dan nilai tambah hasil tangkapan. Jika ada kendala pemasaran, pemerintah pusat siap membantu menghadirkan pembeli langsung ke lokasi,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya tata kelola yang transparan dan berkelanjutan agar program tidak berhenti pada pembangunan fisik, melainkan mampu mendorong peningkatan kesejahteraan nelayan secara nyata.

Potensi Garam dan Agenda Lanjutan

Selain sektor perikanan tangkap, Pemerintah Kabupaten Sumbawa juga mendorong pengembangan potensi tambak garam seluas 8.000–10.000 hektare sebagai kontribusi terhadap peningkatan produksi garam nasional.

Usai kunjungan di Pulau Bungin, rombongan Menteri KKP melanjutkan agenda kerja ke Lombok Timur dan Lombok Tengah untuk meninjau program serupa di wilayah pesisir lainnya.

Dengan berbagai dukungan infrastruktur dan penguatan kelembagaan, Kampung Nelayan Merah Putih Pulau Bungin diharapkan menjadi model pemberdayaan masyarakat pesisir yang terintegrasi—tidak hanya di Sumbawa, tetapi juga secara nasional.

Reporter: Saka-1

Editor: Redaksi SakaNTB.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *