BMI Sumbawa Soroti Minimnya Transparansi Rekrutmen Tenaga Kerja PT AMNT

Sumbawa Besar, SakaNTB.com| 1 Mei 2026— Organisasi kepemudaan Bintang Muda Indonesia (BMI) Kabupaten Sumbawa menyoroti dugaan kurangnya transparansi dalam proses rekrutmen tenaga kerja di PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT). Isu ini mencuat di tengah harapan masyarakat terhadap kontribusi industri tambang dalam mengurangi pengangguran dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Ketua DPC BMI Sumbawa, Yudha Anugrah Maulana, menyampaikan bahwa kehadiran aktivitas tambang di wilayah Blok Elang Dodo-Rinti, Kecamatan Ropang, seharusnya membuka akses kerja yang adil dan merata bagi masyarakat sekitar.

Bacaan Lainnya

“Hadirnya perusahaan tambang di Kabupaten Sumbawa diharapkan mampu menjawab persoalan lapangan kerja. Karena itu, keterbukaan informasi terkait rekrutmen menjadi hal yang sangat penting,” ujar Yudha dalam keterangannya.

Menurut BMI, persoalan tidak hanya terletak pada ketersediaan lowongan kerja, tetapi juga pada akses informasi yang dinilai belum merata. Mereka mengindikasikan bahwa informasi rekrutmen justru lebih cepat beredar di luar daerah, bahkan proses seleksi disebut kerap dilakukan di luar Sumbawa.

Jika kondisi tersebut terjadi, BMI menilai hal itu berpotensi menimbulkan ketimpangan kesempatan kerja bagi masyarakat lokal, khususnya yang berada di sekitar wilayah tambang.

“Jangan sampai masyarakat lokal justru tertinggal dalam mendapatkan informasi dan akses rekrutmen. Hal ini dapat menjadi beban tambahan bagi mereka,” kata Yudha.

Fenomena serupa, lanjutnya, kerap ditemukan di sektor industri ekstraktif, di mana daerah penghasil sumber daya alam tidak selalu memperoleh manfaat ekonomi secara optimal. Oleh karena itu, BMI mendorong adanya perbaikan sistem rekrutmen yang lebih transparan, akuntabel, dan berpihak pada masyarakat setempat.

Hingga berita ini ditulis, pihak PT Amman Mineral Nusa Tenggara belum memberikan keterangan resmi terkait kritik yang disampaikan BMI Sumbawa.

Masyarakat kini menaruh harapan agar perusahaan dapat memastikan proses rekrutmen dilakukan secara terbuka dan inklusif, sehingga keberadaan industri tambang benar-benar memberikan dampak positif bagi kesejahteraan daerah.

Reporter: Saka-1

Editor: Redaksi SakaNTB.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *