Sumbawa Besar, SakaNTB.com| 1 Juli 2026– Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) H. Sarip Hidayat, SKM, MPH, menegaskan bahwa penemuan kasus HIV harus terus ditingkatkan melalui skrining aktif terhadap kelompok berisiko. Menurutnya, HIV masih menjadi fenomena “gunung es”, di mana jumlah kasus yang terdeteksi jauh lebih sedikit dibandingkan kasus yang belum terungkap di masyarakat.
Dikatakan, bahwa sepanjang tahun 2026 tercatat sebanyak 23 kasus HIV yang ditemukan. Namun, angka tersebut tidak mencerminkan kondisi sebenarnya karena masih banyak penderita yang belum terdeteksi.
“HIV itu ibarat fenomena gunung es. Ketika ditemukan 10 kasus, bisa jadi masih ada puluhan bahkan lebih banyak lagi yang belum teridentifikasi karena belum menjalani pemeriksaan,” ujarnya.
Untuk menekan penyebaran sekaligus meningkatkan penemuan kasus, Dinas Kesehatan terus mengintensifkan kegiatan skrining atau surveilans pada kelompok-kelompok yang memiliki risiko lebih tinggi terpapar HIV.
Kelompok sasaran tersebut antara lain individu yang memiliki perilaku seksual berisiko, ibu hamil, serta populasi kunci lainnya yang menjadi fokus program pencegahan dan pengendalian HIV. Pemeriksaan dilakukan melalui puskesmas maupun layanan kesehatan yang secara aktif mendatangi kelompok sasaran di berbagai lokasi.
Selain itu, petugas kesehatan juga melakukan pendekatan langsung ke sejumlah tempat yang dinilai memiliki kelompok rentan, termasuk lokasi hiburan malam, guna memberikan edukasi sekaligus membuka akses pemeriksaan HIV secara sukarela dan rahasia.
Sarip menjelaskan, tantangan terbesar dalam pengendalian HIV bukan hanya pada upaya pemeriksaan, tetapi juga masih kuatnya stigma dan diskriminasi yang membuat sebagian masyarakat enggan memeriksakan diri.
“Banyak orang yang sebenarnya memiliki faktor risiko, tetapi memilih diam karena khawatir terhadap stigma. Padahal identitas dan hasil pemeriksaan HIV dijamin kerahasiaannya sesuai ketentuan yang berlaku,” katanya.
Menurutnya, sosialisasi dan edukasi harus terus diperkuat agar masyarakat memahami bahwa pemeriksaan HIV merupakan langkah penting untuk mengetahui kondisi kesehatan sejak dini. Dengan deteksi lebih awal, penderita dapat segera memperoleh pengobatan sehingga kualitas hidup tetap terjaga dan risiko penularan dapat ditekan.
Ia berharap masyarakat yang merasa memiliki faktor risiko tidak ragu untuk memanfaatkan layanan pemeriksaan HIV yang tersedia di fasilitas kesehatan.
“Kesadaran masyarakat untuk melakukan tes HIV secara sukarela menjadi kunci utama dalam memutus rantai penularan. Semakin cepat diketahui, semakin cepat pula penanganan dapat dilakukan,” pungkasnya.
Reporter: Saka-1
Editor: Redaksi SakaNTB.com





