Sumbawa Besar, SakaNTB.com| 31 Juli 2026 – Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), jajaran Pemerintah Kabupaten Sumbawa, organisasi nonpemerintah (NGO), serta berbagai elemen masyarakat melakukan aksi penanaman mangrove di kawasan pesisir Limung, Kecamatan Moyo Utara, Jumat (31/7). Kegiatan tersebut digelar sebagai bagian dari rangkaian menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir.
Mengusung semangat “Tu Tanam Mangrove Untuk Kebalong Anak Dadi Tu Era”, kegiatan ini menjadi simbol kepedulian terhadap keberlanjutan ekosistem pesisir yang memiliki peran strategis dalam mencegah abrasi, menjaga habitat berbagai biota, menyerap emisi karbon, serta menopang kehidupan masyarakat pesisir.
Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., menegaskan bahwa penanaman mangrove bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk nyata tanggung jawab bersama dalam menjaga kelestarian alam untuk generasi mendatang.
“Mangrove memiliki peran yang sangat penting sebagai benteng alami pesisir. Karena itu, pelestariannya membutuhkan kolaborasi semua pihak, mulai dari pemerintah, dunia usaha, organisasi masyarakat, hingga masyarakat itu sendiri. Apa yang kita tanam hari ini adalah investasi lingkungan bagi anak cucu kita di masa depan,” ujar Bupati.
Ia juga mengapresiasi keterlibatan seluruh unsur Forkopimda, perangkat daerah, NGO, komunitas, serta masyarakat yang turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, semangat gotong royong menjadi modal penting dalam mewujudkan pembangunan yang berwawasan lingkungan.
Aksi penanaman mangrove di Limung merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Sumbawa untuk memperkuat konservasi kawasan pesisir sekaligus mendukung terwujudnya visi Sumbawa Hijau Lestari. Pemerintah daerah berharap gerakan pelestarian lingkungan tidak berhenti pada kegiatan simbolis, tetapi menjadi budaya bersama yang terus dilakukan secara berkelanjutan.
Melalui kolaborasi lintas sektor, setiap mangrove yang ditanam diharapkan tumbuh menjadi benteng alami yang mampu melindungi garis pantai, menjaga keseimbangan ekosistem, meningkatkan kualitas lingkungan, serta memberikan manfaat ekologis, sosial, dan ekonomi bagi masyarakat Sumbawa pada masa yang akan datang.
Reporter: Saka-1
Editor: Redaksi SakaNTB.com





