Sumbawa Besar, SakaNTB.com| 31 Juli 2026 – Kodim 1607/Sumbawa bersama Pemerintah Kabupaten Sumbawa, Polres Sumbawa, LingKara, PT Amman Mineral, pelajar, dan masyarakat menggelar aksi penanaman 2.000 bibit mangrove di kawasan pesisir Dusun Ai Limung, Desa Pungkit, Kecamatan Moyo Utara, Jumat (31/7). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia sekaligus upaya memperkuat pelestarian ekosistem pesisir.
Mengusung tema “Tu Tanam Mangrove Untuk Kebalong Anak Dadi Tu Era” menuju Sumbawa Hijau Lestari, kegiatan ini menjadi wujud kolaborasi lintas sektor dalam menjaga kawasan pesisir dari ancaman abrasi serta mendukung keberlanjutan lingkungan.
Sebanyak 2.000 bibit mangrove ditanam di sejumlah titik strategis di sepanjang pesisir Ai Limung. Penanaman tersebut diharapkan dapat memperkuat perlindungan garis pantai, memulihkan ekosistem pesisir, menjaga habitat berbagai biota laut, sekaligus meningkatkan fungsi mangrove sebagai penyerap karbon dan penyangga kehidupan masyarakat pesisir.
Komandan Kodim 1607/Sumbawa, Letkol Kav. Basofi Cahyowibowo, S.T., mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap kelestarian lingkungan sekaligus implementasi semangat mengisi kemerdekaan melalui aksi yang memberikan manfaat nyata.
“Melestarikan lingkungan adalah tanggung jawab kita bersama. Penanaman 2.000 bibit mangrove ini bukan hanya untuk menjaga kawasan pesisir dari ancaman abrasi, tetapi juga sebagai investasi lingkungan bagi generasi mendatang. Semangat kemerdekaan harus diwujudkan melalui karya nyata yang memberi manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan alam,” ujar Dandim.
Menurutnya, mangrove memiliki fungsi ekologis yang sangat penting karena mampu melindungi wilayah pesisir, menyerap karbon, menghasilkan oksigen, serta menjaga keseimbangan ekosistem. Oleh karena itu, keberadaannya perlu dijaga melalui keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Dandim menegaskan bahwa keberhasilan rehabilitasi mangrove tidak hanya diukur dari jumlah bibit yang ditanam, tetapi juga dari keberhasilan merawatnya hingga tumbuh dan memberikan manfaat jangka panjang.
“Kolaborasi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dunia usaha, organisasi lingkungan, pelajar, dan masyarakat merupakan modal utama dalam menjaga kelestarian alam. Kami berharap semangat gotong royong ini terus terpelihara sehingga upaya pelestarian lingkungan dapat berlangsung secara berkelanjutan,” katanya.
Kegiatan penanaman mangrove tersebut menjadi salah satu bentuk sinergi berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Sumbawa. Selain memperkuat ketahanan wilayah pesisir, aksi ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga ekosistem mangrove sebagai warisan bagi generasi mendatang.
Melalui momentum peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia, Kodim 1607/Sumbawa menegaskan komitmennya untuk terus mendukung berbagai program pemberdayaan masyarakat dan pelestarian lingkungan sebagai bagian dari pembinaan teritorial serta penguatan kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Reporter: Saka-1
Editor: Redaksi SakaNTB.com





