Atlet Panahan Sumbawa Bersinar di IWFA 2026, Raih Tiga Medali dan Turut Sukseskan Kejuaraan Nasional

Mataram, SakaNTB.com| 4 Agustus 2026-– Kontingen atlet panahan asal Kabupaten Sumbawa menorehkan prestasi membanggakan pada ajang Indonesia World Field Archery (IWFA) 2026 yang berlangsung di kawasan wisata internasional Gili Trawangan, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada 31 Juli hingga 2 Agustus 2026.

Kejuaraan panahan luar ruangan (field archery) yang digelar selama tiga hari tersebut mempertemukan puluhan atlet dari berbagai klub dan akademi panahan di Indonesia serta sejumlah peserta dari luar negeri. Para peserta dituntut menaklukkan lintasan dengan karakter medan alam yang menantang, sehingga tidak hanya menguji akurasi, tetapi juga daya tahan fisik dan kemampuan membaca kondisi lapangan.

Bacaan Lainnya

Di tengah persaingan yang ketat, atlet-atlet asal Kabupaten Sumbawa mampu tampil kompetitif dan berhasil membawa pulang tiga medali dari berbagai nomor pertandingan.

Pada nomor Recurve, atlet Farhan dari Syabab Archery Samawa berhasil meraih medali perunggu setelah mencatatkan skor 138 pada hari pertama dan 103 pada hari kedua, dengan total nilai 241. Posisi juara pertama ditempati Mirza Febrianti P. dari CPMA dengan total skor 298, sedangkan M. Azri Hawwari, juga dari CPMA, berada di peringkat kedua dengan total skor 294.

Prestasi membanggakan lainnya datang dari nomor Barebow Men. Atlet Brotherhood Archery Sumbawa, Agus Subandi, sukses meraih medali perak setelah mengumpulkan total skor 257, hasil dari skor 133 pada hari pertama dan 124 pada hari kedua.

Menariknya, Agus mencatatkan total skor yang sama dengan peraih juara pertama, Ragil Giri dari Star Shooter Academy. Karena hasil akhir imbang, penentuan juara dilakukan melalui coin toss (undian koin) sesuai ketentuan yang berlaku dalam perlombaan tersebut. Sementara itu, atle Sumbawa lainnya, Muhammad Ali dari Mayung Archery, menempati posisi keempat dengan total skor 236.

Di sektor Barebow Women, atlet Komunitas Panahan Sumbawa (KPS), Meifiayan Zakiah, turut menyumbangkan medali perak setelah tampil konsisten sepanjang pertandingan. Posisi juara pertama diraih Prabawati dari Star Shooter Academy, sedangkan medali perunggu menjadi milik Evi Filsiani dari Raja Rumi Radal.

Tidak hanya berprestasi melalui atlet, Kabupaten Sumbawa juga menunjukkan kontribusinya dalam penyelenggaraan kejuaraan melalui keterlibatan sejumlah perangkat pertandingan. Lima putra daerah dipercaya menjadi bagian dari tim perwasitan nasional, yakni Eko Wibowo, Muhammad Sirajuddin, Firmansyah Malanuang, Andi Rahmad sebagai wasit, serta M. Jurnawi Fachruddin yang bertugas sebagai Chief/Director of Judges (COJ).

Keikutsertaan para atlet yang berhasil meraih podium serta kepercayaan yang diberikan kepada wasit asal Sumbawa menjadi indikator berkembangnya pembinaan olahraga panahan di daerah. Capaian tersebut juga mencerminkan hasil dari proses latihan yang berkelanjutan, dedikasi para pelatih, klub, dan komunitas panahan dalam mencetak sumber daya manusia yang mampu bersaing di tingkat nasional.

Prestasi yang ditorehkan pada IWFA 2026 diharapkan menjadi motivasi bagi generasi muda Kabupaten Sumbawa untuk terus mengembangkan kemampuan di cabang olahraga panahan, sekaligus memperkuat posisi daerah sebagai salah satu lumbung atlet panahan di Nusa Tenggara Barat.

Reporter: Saka-1

Editor: Redaksi SakaNTB.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *