Pos Damkar dan Penyelamatan Moyo Hulu Diresmikan, Pemkab Sumbawa Tekankan Kesiapsiagaan 24 Jam

SUMBAWA, SakaNTB.com| 29 Agustus 2026— Pemerintah Kabupaten Sumbawa resmi menghadirkan Pos Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kecamatan Moyo Hulu sebagai bagian dari upaya mendekatkan layanan kedaruratan kepada masyarakat.

Pos tersebut diresmikan dalam kegiatan yang berlangsung di halaman Kantor Camat Moyo Hulu, Desa Semamung, Kecamatan Moyo Hulu, Jumat (28/8/2026). Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, hadir dalam kegiatan tersebut bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa, sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD), jajaran Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Satpol PP, BKPSDM, Camat Moyo Hulu, anggota pemadam kebakaran, para kepala desa, serta tokoh dan unsur masyarakat setempat.

Bacaan Lainnya

Dalam sambutannya, Mohamad Ansori mengatakan keberadaan pos tersebut merupakan bentuk kehadiran pemerintah untuk mempercepat dan mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam menghadapi kebakaran dan kondisi darurat lainnya.

“Mudah-mudahan ini bagian daripada pelayanan pemerintah untuk lebih dekat dengan rakyat,” ujar Mohamad Ansori.

Ia menegaskan, pembangunan fasilitas pelayanan harus diikuti dengan operasional yang optimal. Program yang telah memperoleh dukungan dan alokasi anggaran, menurutnya, perlu segera dilaksanakan dengan orientasi utama pada penyelesaian persoalan masyarakat.

Karena itu, ia meminta keberadaan Pos Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Moyo Hulu tidak berhenti sebatas seremoni peresmian. Kesiapan personel, pola kerja, serta dukungan anggaran dinilai menjadi faktor penting agar pelayanan dapat berjalan secara berkelanjutan.

Mohamad Ansori juga menekankan pentingnya kesiapsiagaan petugas selama 24 jam. Dengan penerapan tiga shift kerja, masing-masing selama delapan jam, setiap personel diminta tetap sigap dan aktif memantau kondisi wilayah.

“8 jam itu betul-betul harus sigap, 8 jam harus siap,” tegasnya.

Tekankan Pencegahan, Bukan Hanya Penanganan

Selain memastikan kesiapan ketika terjadi kebakaran, Wakil Bupati meminta petugas mengedepankan langkah pencegahan. Menurutnya, personel tidak seharusnya hanya bergerak setelah kebakaran terjadi, tetapi juga melakukan pemantauan dan membangun kesadaran masyarakat terhadap potensi kebakaran.

Kondisi wilayah Moyo Hulu yang terdiri atas sejumlah desa, kata dia, perlu dimanfaatkan untuk memperkuat pemantauan lingkungan. Waktu kerja pada setiap shift diharapkan digunakan secara optimal untuk memastikan kondisi wilayah tetap terpantau.

Ia juga mengingatkan bahwa tugas pemadam kebakaran saat ini tidak sebatas memadamkan api. Petugas dituntut mampu menjalankan berbagai fungsi pelayanan dan membantu masyarakat dalam menghadapi kondisi darurat lainnya.

Kepada seluruh personel, Mohamad Ansori menyampaikan apresiasi sekaligus dorongan agar tugas dijalankan dengan disiplin, tanggung jawab, dan kesiapsiagaan.

“Pantang pulang sebelum padam,” ujarnya.

Peresmian Pos Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kecamatan Moyo Hulu diharapkan memperkuat respons pemerintah daerah terhadap kejadian kebakaran dan keadaan darurat sekaligus memperluas jangkauan pelayanan kepada masyarakat.

Mohamad Ansori juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terwujudnya pos tersebut. Ia berharap fasilitas tersebut dapat beroperasi secara optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kecamatan Moyo Hulu.

Reporter: Saka-1

Editor:  Redaksi SakaNTB.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *