Jelang Pilkades Sumbawa, TIDAR Ingatkan Kandidat dan Pendukung Hindari Provokasi

Sumbawa Besar, SakaNTB.com| 31 Agustus 2026— Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di 20 desa yang tersebar di 11 kecamatan di Kabupaten Sumbawa akan digelar pada 7 September 2026. Menjelang pelaksanaan pesta demokrasi tingkat desa tersebut, seluruh calon kepala desa (kades), tim pemenangan, pendukung, dan masyarakat diimbau menjaga keamanan serta kondusivitas wilayah.

Imbauan itu disampaikan Ketua PC TIDAR Sumbawa, Muhammad Kaniti, yang juga merupakan mantan Komisioner KPU Sumbawa periode 2019-2024. Ia meminta seluruh pihak menjadikan Pilkades sebagai ruang untuk menjalankan demokrasi secara sehat tanpa mengorbankan persaudaraan dan ketertiban masyarakat.

Bacaan Lainnya

Menurut Kaniti, perbedaan pilihan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari demokrasi. Karena itu, perbedaan dukungan terhadap calon tidak seharusnya berkembang menjadi konflik di tengah masyarakat.

“Pilkades adalah proses demokrasi di tingkat desa. Perbedaan pilihan itu hal yang biasa. Yang paling penting bagaimana seluruh masyarakat tetap menjaga persaudaraan dan tidak menjadikan perbedaan politik sebagai alasan untuk saling bermusuhan,” ujar Kaniti, Senin (31/8/2026).

Ia secara khusus mengingatkan para kandidat beserta tim pemenangan agar menjaga persaingan tetap sehat. Kampanye dan upaya meraih dukungan, kata dia, hendaknya dilakukan secara fair serta tidak disertai provokasi, intimidasi maupun penyebaran informasi yang belum terverifikasi.

Kaniti juga mengajak masyarakat untuk tidak mudah terpancing oleh isu yang berpotensi memperkeruh suasana menjelang hari pemungutan suara. Setiap informasi yang beredar, terutama melalui media sosial, perlu disikapi secara kritis dan tidak langsung dipercaya sebelum diketahui kebenarannya.

Menurutnya, Pilkades tidak boleh hanya berorientasi pada kemenangan kandidat. Lebih dari itu, proses tersebut harus mampu menghasilkan pemimpin yang nantinya dapat diterima dan bekerja untuk seluruh masyarakat desa.

“Jangan sampai karena berbeda pilihan, hubungan keluarga, tetangga dan persaudaraan menjadi rusak. Setelah Pilkades selesai, kita semua tetap akan hidup berdampingan dan membangun desa yang sama,” katanya.

Ia juga meminta masyarakat menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab serta menghormati seluruh tahapan dan mekanisme Pilkades yang telah ditetapkan.

Jika terdapat keberatan atau persoalan dalam proses Pilkades, Kaniti mendorong pihak yang berkepentingan menempuh mekanisme penyelesaian sesuai ketentuan yang berlaku. Menurutnya, penyelesaian melalui jalur yang tepat lebih penting daripada tindakan yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban.

“Jaga desa masing-masing. Jangan karena kepentingan sesaat, kondusivitas daerah yang sudah terbangun justru terganggu. Mari kita tunjukkan bahwa masyarakat Sumbawa mampu menjalankan demokrasi secara dewasa, aman dan bermartabat,” tegasnya.

Kaniti berharap seluruh tahapan Pilkades serentak di 20 desa dapat berjalan lancar hingga penetapan kepala desa terpilih. Ia menekankan pentingnya menempatkan persatuan, keamanan, dan kepentingan masyarakat sebagai prioritas bersama, terlepas dari siapa calon yang didukung.

Reporter: Saka-1

Editor: Redaksi SakaNTB.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *