Festival Pesona Moyo Utara MU 3 Ditutup, Bupati Sumbawa Dorong Event Budaya Dikemas Lebih Semarak

SUMBAWA, SakaNTB.com| 3 September 2026— Rangkaian Festival Pesona Moyo Utara (MU) 3 resmi berakhir setelah ditutup Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., di halaman Kantor Camat Moyo Utara, Selasa (1/9/2026).

Festival yang berlangsung sejak 29 Agustus itu menghadirkan sejumlah kegiatan yang memadukan hiburan, olahraga, dan seni tradisional Sumbawa. Salah satu kegiatan yang digelar yakni trabas, disusul berbagai perlombaan yang mengangkat kesenian dan tradisi masyarakat setempat.

Bacaan Lainnya

Dalam penutupan tersebut, Bupati Sumbawa menyampaikan apresiasi kepada panitia, peserta, serta masyarakat Moyo Utara yang ikut mendukung pelaksanaan festival.

Namun, ia mendorong agar penyelenggaraan event serupa ke depan tidak hanya berhenti pada agenda tahunan, tetapi dapat dikembangkan melalui kolaborasi dengan berbagai kegiatan lain. Menurutnya, persiapan yang lebih matang diperlukan agar festival memiliki daya tarik yang lebih kuat sekaligus menjadi sarana memperkenalkan budaya Sumbawa kepada masyarakat yang lebih luas.

“Ke depan kita harapkan event seperti ini bisa dikolaborasikan dengan kegiatan lainnya, dipersiapkan lebih matang dan dibuat lebih semarak, khususnya dengan mengangkat berbagai event budaya yang kita miliki,” ujar H. Jarot.

Menurut dia, penguatan kegiatan budaya penting dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga warisan tradisi yang telah diwariskan antargenerasi. Event budaya juga dapat menjadi ruang bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengenal kembali berbagai kesenian dan tradisi daerah.

Selain berbicara mengenai festival budaya, H. Jarot mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran yang meningkat selama musim kemarau. Ia menyinggung sejumlah kejadian kebakaran yang terjadi belakangan ini, termasuk di wilayah Kabupaten Sumbawa.

Bupati mengimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan. Ia juga meminta warga memastikan instalasi listrik di rumah dalam kondisi aman serta tidak membuang puntung rokok di lokasi yang berpotensi memicu kebakaran.

“Kebakaran begitu mudah terjadi di musim kemarau. Karena itu, mari kita sama-sama waspada dan menjaga lingkungan agar terhindar dari musibah kebakaran,” katanya.

Penutupan Festival Pesona Moyo Utara MU 3 sekaligus menjadi momentum untuk mengevaluasi penyelenggaraan event budaya di daerah. Dengan persiapan dan kolaborasi yang lebih baik, kegiatan serupa diharapkan tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga mampu memperkuat pelestarian budaya lokal.

Reporter: Saka-1

Editor: Redaksi SakaNTB.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *